RADAR KUDUS — Sebuah momen menarik mewarnai jalannya agenda kenegaraan di ibu kota.
Presiden Prabowo Subianto meminta para wartawan dan awak media yang hadir untuk meninggalkan ruangan di tengah berlangsungnya acara Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, pada Jumat (26/6/2026).
Langkah ini diambil oleh Kepala Negara setelah dirinya menyampaikan pidato pengantar secara terbuka selama kurang lebih 30 menit di hadapan ratusan akademisi.
Presiden Prabowo menjelaskan bahwa dirinya ingin memanfaatkan momentum tersebut untuk berdialog secara lebih mendalam, leluasa, dan tanpa sekat dengan para guru besar serta cendekiawan yang hadir.
"Saya ingin berbicara dari hati ke hati secara langsung dengan para akademisi dan guru besar kita tanpa liputan media," ujar Presiden Prabowo yang kemudian melanjutkan kalimatnya dengan kelakar hangat mempersilakan para wartawan untuk menikmati hidangan kopi yang telah disediakan panitia di luar ruangan utama.
Dorong Peran Strategis Kampus dan Persatuan Elite Nasional
Sebelum sesi tertutup tersebut dimulai, Presiden Prabowo sempat memaparkan beberapa poin krusial dalam pidato pembukanya terkait arah pembangunan bangsa.
Ia menekankan secara eksplisit bahwa institusi perguruan tinggi dan kalangan akademisi memegang peranan yang sangat vital dan strategis dalam mendorong lompatan kemajuan Indonesia ke depan.
Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo menggarisbawahi beberapa komitmen pemerintahannya:
-
Keterlibatan Akademisi: Mengonfirmasi bahwa pemerintah telah banyak merekrut dan melibatkan para ahli dari berbagai universitas untuk ikut merumuskan kebijakan-kebijakan strategis negara.
-
Kunci Pembangunan: Menegaskan kembali bahwa prasyarat utama keberhasilan pembangunan nasional adalah adanya persatuan, soliditas, dan visi yang sama di antara para elite politik, struktural, maupun intelektual.
Kehadiran Tokoh Kunci Kabinet Merah Putih
Konvensi akbar yang mengusung tema "Strategi Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia" ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan agenda strategis yang dihadiri oleh jajaran petinggi pemerintahan.
Baca Juga: Angin Segar MBR: Pemerintah Resmi Setujui Tenor KPR hingga 40 Tahun dengan Cicilan Mulai Rp500 Ribu
Selain Presiden Prabowo, tampak hadir mendampingi di baris depan adalah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Turut serta dalam rombongan antara lain Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta jajaran menteri dan kepala lembaga dari Kabinet Merah Putih lainnya.
Sesi tertutup pasca-keluarnya wartawan tersebut diharapkan menghasilkan cetak biru kolaborasi taktis antara pemerintah dan dunia akademik dalam menyongsong kemandirian ekonomi nasional. (*)