JAKARTA — Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, mendesak Kementerian Pertahanan (Kemenhan) untuk melakukan evaluasi total dan menyeluruh terhadap pelaksanaan Latihan Dasar Militer (Latsarmil) bagi para calon manajer Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Desakan ini mencuat menyusul laporan tragis mengenai tiga orang peserta pelatihan yang meninggal dunia saat mengikuti rangkaian kegiatan fisik tersebut.
Menurut TB Hasanuddin, fokus utama pembekalan bagi calon manajer koperasi seharusnya bertumpu pada penguatan kapabilitas manajemen, tata kelola keuangan, dan operasional teknis perkoperasian, bukan pada indoktrinasi fisik militer yang berlebihan.
Baca Juga: Angin Segar MBR: Pemerintah Resmi Setujui Tenor KPR hingga 40 Tahun dengan Cicilan Mulai Rp500 Ribu
Materi kemiliteran dinilai cukup diberikan pada tingkat paling dasar dengan porsi yang terukur demi membangun kedisiplinan, kekompakan, serta rasa kebersamaan antar-peserta.
Evaluasi Ketat Seleksi Kesehatan dan Pengawasan Medis
Politisi PDI Perjuangan ini menegaskan bahwa hilangnya tiga nyawa peserta tidak boleh dianggap sebagai insiden angin lalu.
Kejadian ini harus menjadi momentum koreksi besar-besaran terhadap seluruh prosedur operasional standar (SOP) pelaksanaan Latsarmil oleh Kemenhan.
Hasanuddin menggarisbawahi tiga poin krusial yang wajib dievaluasi secara mendalam:
-
Proses Skrining Kesehatan: Pengetatan pemeriksaan kesehatan (medical check-up) secara komprehensif mutlak dilakukan sebelum peserta diizinkan mengikuti latihan fisik guna mendeteksi penyakit bawaan.
-
Intensitas Kurikulum Latihan: Meninjau ulang tingkat keparahan dan porsi latihan fisik agar disesuaikan dengan latar belakang peserta yang merupakan warga sipil non-militer.
-
Sistem Pengawasan Medis: Menyiapkan tim medis siaga dan fasilitas penanganan darurat yang responsif di lapangan selama kegiatan berlangsung.
"Pemeriksaan kesehatan yang ketat di awal adalah kunci. Kita tidak bisa menyamakan ketahanan fisik masyarakat sipil yang mendaftar menjadi manajer koperasi dengan calon prajurit karier," tegas TB Hasanuddin.
Kronologi Medis Gugurnya Tiga Calon Manajer KDKMP
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan telah mengonfirmasi secara resmi mengenai wafatnya tiga calon manajer Koperasi Desa Merah Putih dalam gelombang pelatihan tersebut.
Berdasarkan data yang dirilis, ketiga peserta meninggal dunia akibat kondisi medis yang berbeda di tengah jalannya latihan fisik:
-
Anisa Muyassaroh: Meninggal dunia akibat mengalami sengatan panas ekstrem (heat stroke) saat menjalani aktivitas di lapangan.
-
Yonanda Muhammad Taufiq: Mengembuskan napas terakhir setelah dilaporkan mengalami serangan henti jantung mendadak (cardiac arrest).
-
Novia Rahmadhani Sihotang: Wafat di tengah masa diklat, di mana hasil pemeriksaan lanjutan menunjukkan almarhumah memiliki riwayat medis penyakit tuberkulosis (TB).
Baca Juga: Imbas 'Ledakan' AI, Harga Smartphone Terancam Melonjak Tajam Akibat Kelangkaan Chip Memori
Merespons tragedi ini, pihak Kementerian Pertahanan menyatakan komitmennya untuk bertanggung jawab penuh serta sedang melakukan investigasi internal.
Kemenhan berjanji akan memperketat pengawasan kesehatan di setiap fase Latsarmil guna memastikan keselamatan dan pemenuhan hak-hak dasar peserta menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditawar lagi dalam program-program serupa ke depan. (*)