Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Profil Fathimah Azzahra, Wakil Ketua BEM UI yang Viral Usai Lantang Kritik Pemerintah dan Pernah Diteror

Ali Mustofa • Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:41 WIB
Wakil Ketua BEM Universitas Indonesia. Fathimah Azzahra. (IG/Fathimah Azzahra)
Wakil Ketua BEM Universitas Indonesia. Fathimah Azzahra. (IG/Fathimah Azzahra)

RADAR KUDUS – Nama Fathimah Azzahra belakangan menjadi perbincangan luas di media sosial. Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) tersebut mencuri perhatian publik.

Setelah berulang kali tampil menyampaikan kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah dalam berbagai forum nasional maupun acara televisi.

Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia angkatan 2023 itu dikenal berani mengemukakan pandangannya secara terbuka.

Termasuk ketika menyampaikan kritik langsung kepada Presiden Prabowo Subianto. 

Sikapnya yang lugas dan percaya diri membuat banyak kalangan, terutama generasi muda, menilai Fathimah sebagai salah satu representasi suara mahasiswa masa kini.

Popularitasnya semakin meningkat setelah cuplikan video saat dirinya beradu argumen di sejumlah forum viral di berbagai platform media sosial.

Dampaknya, akun Instagram pribadinya, @fathimahzzhr, mengalami lonjakan pengikut hingga menembus lebih dari 123 ribu dalam waktu relatif singkat. 

Dukungan pun terus berdatangan dari mahasiswa, aktivis, hingga sejumlah figur publik.

Salah seorang warganet bernama Salsa menuliskan komentar penyemangat dengan menyebut Fathimah sebagai sosok yang menginspirasi.

Apresiasi juga datang dari influencer Jerome Polin yang menuliskan pujian singkat, "SUPER KERENN."

Kritik terhadap Gaya Kepemimpinan Presiden

Dalam sebuah program televisi, Fathimah mengungkapkan alasan di balik kritik yang ia sampaikan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, masyarakat sejak awal memiliki harapan besar mengingat perjalanan panjang Prabowo dalam mengikuti kontestasi politik hingga akhirnya berhasil menjadi presiden.

Namun, menurut Fathimah, ekspektasi tersebut belum sepenuhnya terjawab. Ia menilai sejumlah pernyataan Presiden saat menanggapi kritik justru kerap menimbulkan kekecewaan di tengah masyarakat.

Ia juga menyoroti penggunaan istilah seperti "antek asing" terhadap pihak-pihak yang menyampaikan kritik, yang dinilainya kurang mencerminkan penghormatan terhadap aspirasi publik.

Selain itu, Fathimah turut menyinggung keterlibatan aparat TNI dalam pengamanan aksi demonstrasi mahasiswa.

Baginya, kehadiran personel militer dalam pengamanan unjuk rasa menjadi perhatian serius karena dianggap mengingatkan pada pengalaman sejarah bangsa setelah era reformasi.

Pemerintah Diminta Menghadirkan Solusi Nyata

Dalam kesempatan lain di program TV One News, Fathimah kembali menyampaikan pandangannya mengenai kinerja pemerintah.

Ia menilai masyarakat lebih membutuhkan solusi konkret dibandingkan sekadar paparan angka-angka statistik ataupun hasil rapat yang tidak langsung dirasakan manfaatnya.

Menurutnya, pemerintah seharusnya lebih fokus menghadirkan kebijakan yang benar-benar menyelesaikan persoalan rakyat.

Seperti akses pendidikan, penguatan industri nasional, hingga mendorong lahirnya inovasi karya anak bangsa. 

Ia juga berharap pemerintah tidak menghabiskan energi untuk saling menyalahkan atau melabeli pihak yang berbeda pendapat, melainkan membangun sistem yang mampu menghasilkan perubahan nyata.

Pernah Mengalami Teror Usai Terpilih di BEM UI

Di balik sorotan publik yang kini diterimanya, Fathimah ternyata pernah mengalami pengalaman yang tidak menyenangkan.

Pada awal 2026, ia bersama Ketua BEM UI, Yatalathof Ma'shum Imawan atau Althof, mengaku mendapat serangkaian ancaman setelah terpilih sebagai pimpinan organisasi mahasiswa tersebut.

Peristiwa itu terjadi sehari setelah Pemilihan Raya (Pemira) Universitas Indonesia pada 13 Januari 2026. Fathimah menerima sejumlah paket misterius yang dikirim menggunakan sistem Cash on Delivery (COD).

Isi kiriman tersebut beragam, mulai dari gunting, kursi roda, kain kafan, senjata tajam, hingga topeng menyeramkan dengan nilai tagihan mencapai sekitar Rp1,8 juta.

Teror tidak berhenti pada pengiriman paket. Pelaku juga diduga menyusup ke grup WhatsApp keluarga serta lingkungan tempat tinggalnya.

Bahkan, telepon seluler milik orang tuanya turut menjadi sasaran gangguan.

Fathimah mengungkapkan bahwa pelaku juga mengirimkan video ancaman yang memanipulasi fotonya sehingga menampilkan visual menyerupai ancaman pembunuhan.

Merasa keselamatan mereka terancam, Fathimah bersama Althof akhirnya melaporkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

 

Editor : Ali Mustofa
#Fathimah Azzahra #kebijakan pemerintah #bem ui #perhatian publik #universitas indonesia