Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Klarifikasi Korem soal Video Danrem Jogja Marathon: Ajudan Sudah Terdaftar, Nomor Bib Hilang Saat Berlari

Mahendra Aditya Restiawan • Senin, 22 Juni 2026 | 16:46 WIB
Heboh Jogja Marathon 2026, Korem Sebut Insiden Danrem dan Petugas Hanya Kesalahpahaman Teknis. (Tangkapan layar IG eventlari.id)
Heboh Jogja Marathon 2026, Korem Sebut Insiden Danrem dan Petugas Hanya Kesalahpahaman Teknis. (Tangkapan layar IG eventlari.id)

RADAR KUDUS - Sebuah video yang memperlihatkan Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono bersama ajudannya dalam gelaran Jogja Marathon 2026 menjadi sorotan publik di media sosial. Rekaman tersebut memunculkan beragam spekulasi setelah terlihat adanya interaksi antara petugas dan ajudan Danrem yang saat itu tidak mengenakan nomor peserta atau bib.

Menanggapi ramainya perbincangan publik, Korem 072/Pamungkas akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait kejadian tersebut. Pihak Korem menegaskan bahwa ajudan yang mendampingi Danrem merupakan peserta resmi yang telah terdaftar dalam ajang lari tersebut.

Berawal dari Video yang Viral di Media Sosial

Peristiwa itu menjadi perhatian setelah beredar video yang menunjukkan ajudan Danrem berada di lintasan tanpa mengenakan bib sebagaimana peserta lainnya. Dalam perlombaan lari, bib merupakan identitas resmi peserta yang berfungsi sebagai alat verifikasi sekaligus pencatat waktu lomba.

Ketiadaan bib pada seorang pelari di area lomba kemudian memunculkan pertanyaan dari petugas yang bertugas melakukan pengawasan di sepanjang rute.

Video tersebut dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial dan memancing berbagai tanggapan dari masyarakat.

Korem: Ajudan Memiliki Tiket dan Terdaftar Resmi

Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 072/Pamungkas Mayor Infanteri Suwito menjelaskan bahwa Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono mengikuti Jogja Marathon bersama keluarga dan seorang ajudan menggunakan tiket resmi yang telah dibeli serta terdaftar sesuai prosedur penyelenggara.

Menurut penjelasannya, total terdapat empat tiket peserta yang digunakan oleh Danrem, istri, anak, dan ajudan yang mendampinginya selama kegiatan berlangsung.

Korem menyebut ajudan tersebut sejak awal mengikuti lomba dengan mengenakan bib sebagaimana peserta lainnya.

Namun dalam pelaksanaan di lapangan, nomor peserta itu diduga terlepas saat berada di lintasan yang padat oleh ribuan pelari.

Kondisi itulah yang kemudian menyebabkan petugas tidak dapat langsung mengidentifikasi status ajudan sebagai peserta resmi sehingga memunculkan kesalahpahaman.

Panitia dan Korem Lakukan Klarifikasi

Setelah insiden tersebut menjadi perhatian publik, pihak penyelenggara, event organizer, dan Korem 072/Pamungkas segera melakukan komunikasi untuk mengklarifikasi kronologi kejadian.

Hasil komunikasi tersebut menyimpulkan bahwa peristiwa yang terjadi merupakan persoalan teknis di lapangan dan bukan pelanggaran yang disengaja.

Korem juga menyampaikan apresiasi kepada panitia dan petugas yang tetap menjalankan prosedur pemeriksaan sesuai aturan yang berlaku demi menjaga integritas perlombaan.

Langkah cepat penyelenggara dalam memberikan penjelasan turut dinilai penting untuk menghindari munculnya informasi yang tidak sesuai fakta di ruang publik.

Pentingnya Bib dalam Event Lari

Dalam ajang marathon berskala besar seperti Jogja Marathon, penggunaan bib merupakan bagian penting dari sistem perlombaan.

Nomor peserta tidak hanya berfungsi sebagai identitas visual, tetapi juga terhubung dengan sistem pencatatan waktu elektronik melalui chip timing yang umumnya dipasang pada bib atau perlengkapan peserta.

Karena itu, petugas memiliki kewajiban untuk memeriksa setiap individu yang berada di lintasan guna memastikan seluruh peserta terdaftar secara resmi.

Prosedur tersebut lazim diterapkan dalam berbagai event lari nasional maupun internasional untuk menjaga keamanan dan ketertiban lomba.

Korem Minta Publik Melihat Secara Proporsional

Korem 072/Pamungkas menegaskan bahwa hubungan dengan penyelenggara Jogja Marathon tetap berjalan baik dan tidak ada persoalan lanjutan setelah klarifikasi dilakukan.

Pihak Korem berharap masyarakat dapat melihat kejadian tersebut secara objektif berdasarkan fakta yang telah dijelaskan, serta tidak mengaitkannya dengan isu lain yang tidak relevan.

Dengan adanya penjelasan resmi ini, polemik yang sempat berkembang di media sosial diharapkan dapat mereda. Sementara itu, penyelenggara Jogja Marathon tetap mendapat apresiasi karena konsisten menjalankan prosedur pemeriksaan terhadap seluruh peserta tanpa pengecualian demi menjaga profesionalisme dan kredibilitas ajang olahraga tersebut.

Editor : Mahendra Aditya
#Jogja Marathon 2026 #Danrem 072 Pamungkas #ajudan tanpa bib #video viral Jogja Marathon #Korem 072 Pamungkas