Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

105 Guru PAUD Kudus Tinggalkan Metode Calistung, Beralih ke Pembelajaran Berbasis Bermain Lewat Program AJARI

R
PENUTUPAN PROGRAM: Bunda PAUD Kudus Endha Endhayani menghadiri penutupan Program AJARI di Djarum OASIS kemarin. (INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS)
PENUTUPAN PROGRAM: Bunda PAUD Kudus Endha Endhayani menghadiri penutupan Program AJARI di Djarum OASIS kemarin. (INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS)

Advertisement

KUDUS – Guru PAUD di Kudus kini telah siap untuk terapkan pendekatan pembelajaran berbasis bermain. Salah satu yang dilakukan, mengikuti Progam Aku Pembelajar Inkuiri (AJARI), yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan guru.

AJARI tersebut, mampu menyiapkan generasi pembelajar yang aktif  dan berkualitas, dengan menerapkan pendekatan pembelajaran berbasis bermain (play based learning) melalui budaya inkuiri.

Program AJARI ini berjalan sampai 4 batch, dimulai dari 2017 dan kemarin (23/6) merupakan penutupan pelatihan yang dihadiri Bunda PAUD Kudus Endhah Endhayani. Ia mengatakan, program AJARI ini merupakan inisiasi dari Bakti Pendidikan Djarum Foundation.

Advertisement

”Guru-guru PAUD di Kudus semakin maju karena ilmunya selalu update. Program AJARI ini sangat relevan dengan anak-anak sekarang yang disebut dengan generasi Gen Alpha. Karena, anak-anak sekarang rasa ingin tahunya kuat dan kritis pola pikirnya, kalau tidak diasah dari usia dini maka generasi selanjutnya menjadi generasi yang “Pendiam”. Program AJARI sangat bagus,” ucapnya.

Endhah menambahkan, Program AJARI ini, fokus siswa adalah menyelesaikan masalah dan kemampuan bersosialisasi. Siswa juga akan memiliki kemampuan belajar yang lebih kuat, serta perkembangan akademik dan daya tahan (relisiensi) di masa depan yang lebih baik.

Sedangkan pada pembelajaran drilling yang sebelumnya digunakan, fokus siswa dititik beratkan pada ‘calistung’ yaitu baca, tulis dan hitung. Sementara itu Program AJARI, guru PAUD dilatih dan didampingi oleh fasilitator yang  merupakan guru PAUD yang juga peserta AJARI pada tahap sebelumnya.

Advertisement

Sebanyak 20 fasilitator telah berhasil memberikan pelatihan dan pendampingan pada 105 guru PAUD di 10 sekolah mitra Djarum Foundation pada Program AJARI Batch 4 ini. Terdiri dari lima TK dan lima RA.

Galuh Paskamagma selaku Program Manager Bakti Pendidikan Djarum Foundation mengatakan, transformasi dari pembelajaran drilling ke pendekatan pembelajaran berbasis bermain dapat tercapai dengan mudah dengan dukungan guru.

Namun, dibutuhkan waktu tambahan karena harus merubah mindset bahwa siswa yang pandai tidak hanya siswa yang mampu ‘calistung’ di usia dini.
“Sekarang kalau lihat anak-anak PAUD sudah berbeda, mereka bisa lebih eksploratif, boleh milih yang mereka suka, dan guru hanya sebagai fasilitator atau pemantik saja agar anak bisa lebih eksploratif,” imbuhnya. (san)

 

Advertisement

Artikel Terkait

Sempat Kalah, MilkLife Strikers Juara Singa Cup 2026

Sempat Kalah, MilkLife Strikers Juara Singa Cup 2026

Gelar juara ini terasa istimewa karena menjadi ajang pembalasan atas kekalahan MilkLife Strikers dari lawan yang sama sehari sebelumnya.

Bunda Sanitasi Didorong Jadi Penggerak Perubahan Perilaku Hidup Sehat di Kudus

Bunda Sanitasi Didorong Jadi Penggerak Perubahan Perilaku Hidup Sehat di Kudus

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kudus, Endhah Endhayani, mendorong para calon Bunda Sanitasi agar berperan aktif dalam mengubah kebiasaan masyarakat menuju pola hidup bersih dan sehat.

MilkLife Festival SenengMinton Kudus 2026 Diikuti 360 Siswa SD dan MI, Dorong Regenerasi Atlet

MilkLife Festival SenengMinton Kudus 2026 Diikuti 360 Siswa SD dan MI, Dorong Regenerasi Atlet

MilkLife Festival SenengMinton Kudus 2026 diikuti 360 siswa SD dan MI. Ajang ini menanamkan kecintaan terhadap bulutangkis sejak dini sekaligus mendorong regenerasi atlet berprestasi.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer