RADAR KUDUS — Badan Gizi Nasional menghentikan sementara penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama periode libur sekolah yang dimulai pada pertengahan Juni 2026.
Agustina Arumsari, selaku Wakil Kepala BGN, menyatakan bahwa kebijakan ini adalah penyesuaian program terkait dengan kehadiran siswa di sekolah untuk meningkatkan efisiensi operasional dan anggaran negara.
Keputusan ini mulai diberlakukan pada saat libur semester Juni 2026 dan merupakan pelaksanaan skema distribusi yang telah ditentukan sejak Maret 2026.
Kebijakan penghentian sementara distribusi MBG saat libur sekolah diambil berdasarkan prinsip bahwa program ini dirancang untuk mendukung kecukupan gizi siswa pada saat proses belajar mengajar berlangsung.
Baca Juga: Kemenkes Jamin Harga Obat BPJS Tidak Mengalami Kenaikan Meksipun Rupiah Melemah
Mekanisme ini memastikan bahwa makanan bergizi hanya disalurkan ketika siswa ada di sekolah, sehingga dapat menghindari penumpukan atau kerusakan pada paket makanan.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, telah menyatakan di awal bahwa program MBG tidak akan didistribusikan pada hari libur sekolah sebagai bagian dari strategi penghematan anggaran nasional.
Dengan penerapan kebijakan ini, pemerintah diperkirakan dapat menghemat anggaran sampai Rp40 triliun per tahun yang sebelumnya digunakan untuk distribusi MBG selama libur.
Penghematan tersebut berasal dari pengurangan biaya distribusi, bahan baku, dan logistik yang tidak diperlukan ketika siswa tidak hadir di sekolah.
Baca Juga: Depresiasi Rupiah Pukau Industri Farmasi, Harga Obat Naik 10- 20 Persen
Badan Gizi Nasional juga menegaskan bahwa distribusi MBG akan tetap dilakukan sesuai dengan jumlah hari siswa hadir di sekolah. Kepala BGN, Dadan Hindayana, sebelumnya menyatakan bahwa program ini akan dihentikan saat sekolah masuk ke masa libur, karena tidak ada siswa yang menerima paket makanan.
Kebijakan ini selaras dengan pedoman distribusi yang menetapkan bahwa MBG hanya dilakukan ketika kegiatan belajar mengajar aktif di sekolah atau pesantren.
Penerapan skema baru ini juga memperhitungkan aspek manajemen stok bahan baku dan operasional distribusi.
Baca Juga: Korupsi MBG di BGN: Kejagung Ungkap Bos Vendor Motor Listrik Jadi Tersangka
Keputusan untuk menghentikan distribusi saat libur sekolah didasarkan pada pertimbangan efisiensi operasional dan pengelolaan stok agar tidak terjadi kelebihan produksi atau kegagalan distribusi yang dapat merugikan program.
BGN akan menyesuaikan jadwal produksi dan distribusi dengan kalender pendidikan yang diterapkan di setiap daerah.
Kebijakan penghentian sementara distribusi MBG selama libur sekolah ini berlaku bagi semua siswa di Indonesia mulai libur semester Juni 2026.
Baca Juga: Penganiayaan terhadap WNI di Malaysia, 4 Pelaku Ditangkap Polisi
Namun, BGN tetap memastikan bahwa kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (kelompok 3B) akan terus menerima paket MBG enam hari dalam seminggu terlepas dari kalender libur sekolah.
Program MBG akan dilanjutkan secara normal ketika kegiatan belajar mengajar dimulai kembali sesuai dengan kalender pendidikan masing-masing sekolah.
Diterapkannya kebijakan ini, pemerintah berharap program MBG dapat berjalan lebih efektif dan efisien serta benar-benar mencapai tujuan utama yaitu siswa yang sedang aktif belajar di sekolah. (*)
Editor : Anita Fitriani