RADAR KUDUS — Fenomena El Nino yang sering dianggap sebagai musuh karena menyebabkan kekeringan ternyata memberikan keuntungan bagi para nelayan di Indonesia.
Menurut penelitian terbaru dari BRIN, El Nino justru membuat perairan Indonesia lebih subur dan menangkap ikan menjadi lebih mudah bagi para nelayan.
Pandangan umum menganggap El Nino sebagai ancaman, namun bagi nelayan yang beroperasi di perairan selatan Jawa dan Sumatra, fenomena ini ternyata membawa rezeki.
Baca Juga: BMKG Ungkap Prediksi El Nino 2026: Kemarau Lebih Kering dan Panjang di Indonesia
Saat El Nino terjadi, produktivitas perairan di bagian selatan Jawa dan Sumatra meningkat akibat tingginya kandungan klorofil.
Peningkatan klorofil ini menandakan ketersediaan pakan ikan yang lebih melimpah, sehingga jumlah ikan di daerah tersebut bisa meningkat, sebagaimana dijelaskan oleh forum Sea Forum: Earth Deep Sea Mission 2045 yang diadakan oleh Institut Riset Lautalam (D)IN bekerjasama dengan University of pada hari Selasa, 2 Juni 2026.
Secara sederhana, suhu laut yang lebih rendah mengantarkan lebih banyak nutrisi ke lapisan permukaan, yang kemudian mendorong pertumbuhan fitoplankton—sumber utama makanan dalam ekosistem laut—dan pada gilirannya, meningkatkan jumlah ikan di area tersebut.
Baca Juga: Aksi Kejam Ayah dan Anak di Tangerang Habisi Pedagang Cilok dengan Cutter
Fitoplankton diduga mulai tumbuh pada April-Mei 2026, kemudian mengalami lonjakan pada Juni 2026, dan mencapai puncaknya di bulan Juli-Agustus 2026.
El Nino juga dapat mempengaruhi populasi ikan pelagis besar seperti tuna. BRIN mengungkapkan bahwa selama fenomena El Nino, lapisan termoklin—yang memisahkan air hangat di permukaan dari air dingin di bawahnya—dapat menjadi lebih dangkal di sebagian wilayah perairan.
Kondisi ini membuat tuna lebih mendekati permukaan laut, sehingga lebih gampang untuk ditangkap.
Baca Juga: Waspada Dampak El Nino: Dari Karhutla sampai Gangguan Sektor Pertanian
Di beberapa tempat, ikan dapat ditemukan lebih dekat ke permukaan, membuatnya lebih mudah ditangkap. Ini menunjukkan bahwa dampak El Nino terhadap sektor perikanan tidak selalu bersifat negatif.
Saat El Nino terjadi, para nelayan mendapatkan kemudahan dalam menangkap tuna akibat perubahan kondisi oseanografi yang menjadikan lapisan termoklin lebih dangkal. Informasi terbaru dari BRIN yang dirilis pada 9 Juni 2026 menegaskan bahwa peluang penangkapan ikan tuna akan meningkat saat El Nino berlangsung.
Meskipun fenomena El Nino Godzilla, yang menunjukkan pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik ekuator sering dihubungkan dengan kekeringan di daratan, namun bagi sektor kelautan, fase musim ini justru membawa peningkatan kesuburan laut melalui fenomena upwelling. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mencatat hal ini dalam laporannya.
Baca Juga: BULOG Capai 3 Juta Ton Serapan Gabah dan Beras Petani hingga Awal Juni 2026
Namun, perlu diperhatikan bahwa perubahan cuaca yang disebabkan oleh El Nino di beberapa kawasan seperti Bangka Belitung masih diperkirakan akan berlanjut hingga awal Juni 2026.
Oleh karena itu, aktivitas penangkapan ikan di laut di beberapa daerah dianggap belum sepenuhnya aman untuk dilakukan, mengingat potensi cuaca ekstrem.
Fenomena El Nino pada Juni 2026 membawa dampak positif bagi nelayan di Indonesia, terutama di perairan selatan Jawa dan Sumatra.
Para nelayan mampu menangkap ikan dengan lebih mudah. Ini menunjukkan bahwa El Nino tidak selalu merugikan, tetapi juga dapat membawa berkah bagi sektor perikanan di Indonesia.
Editor : Anita Fitriani