
JEPARA – Upaya mencegah penyalahgunaan narkoba dan penularan HIV/AIDS di kalangan pelajar terus diperkuat. Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Kabupaten Jepara bersama Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Jepara menggelar penyuluhan di SMKN 2 Jepara, Jumat (24/7). Edukasi tersebut menjadi bagian dari pembentukan karakter sekaligus peningkatan kesadaran hukum dan kesehatan sejak usia sekolah.
Edukasi Libatkan Puluhan Pelajar
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Multimedia SMKN 2 Jepara itu diikuti sekitar 50 siswa sebagai perwakilan kelas. Hadir Kepala SMKN 2 Jepara Indria Mustika beserta jajaran guru, Ketua IIDI Kabupaten Jepara dr. Ny. Sylvi Rauben, Sp.A bersama pengurus, serta personel Satresnarkoba Polres Jepara.
Materi yang diberikan mencakup Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), disertai edukasi mengenai pencegahan penularan HIV/AIDS yang masih menjadi tantangan di kalangan usia produktif.
Pelajar Diingatkan Risiko Hukum dan Dampak Kesehatan
KBO Satresnarkoba Polres Jepara IPDA Sutrisno, SH menjelaskan penyalahgunaan narkotika tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga memiliki konsekuensi hukum yang serius.
Ia memaparkan materi berdasarkan UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, UU Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika, KUHP dalam UU Nomor 1 Tahun 2023, serta UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.
"Kami berharap para pelajar memahami risiko penyalahgunaan narkoba sejak dini. Kesadaran itu penting agar mereka mampu menjaga diri sekaligus mengingatkan lingkungan sekitarnya," ujarnya.
Menurutnya, sekolah menjadi salah satu ruang strategis untuk memperkuat upaya pencegahan sehingga generasi muda tidak mudah terpengaruh penyalahgunaan narkotika maupun pergaulan berisiko.
Kolaborasi Pendidikan dan Kesehatan
Ketua IIDI Kabupaten Jepara dr. Ny. Sylvi Rauben, Sp.A menilai edukasi kesehatan perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan sekolah, keluarga, tenaga kesehatan, serta aparat penegak hukum.
Menurut dia, remaja membutuhkan informasi yang benar agar mampu mengambil keputusan yang bertanggung jawab terhadap kesehatan dan masa depannya.
"Pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan. Ketika pelajar memahami bahaya narkoba dan cara mencegah penularan HIV/AIDS sejak dini, mereka akan lebih siap menjaga diri sekaligus menjadi penyebar informasi positif di lingkungan sekitarnya," katanya.
Sylvi berharap sinergi berbagai pihak seperti yang dilakukan di SMKN 2 Jepara dapat terus diperluas ke sekolah-sekolah lain sehingga semakin banyak pelajar memperoleh edukasi yang tepat.



