Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

31 SPPG di Brebes Stop Operasi, Ribuan Pelajar Tak Terima Makan Bergizi Gratis

Mahendra Aditya Restiawan • Senin, 8 Juni 2026 | 17:59 WIB
Ilustrasi foto SPPG di Brebes tutup sementara. (Gemini AI)
Ilustrasi foto SPPG di Brebes tutup sementara. (Gemini AI)

BREBES – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mengalami gangguan serius setelah puluhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menghentikan sementara operasionalnya. Keterlambatan pencairan dana operasional dari pemerintah pusat menjadi penyebab utama terhentinya distribusi makanan bergizi kepada ribuan pelajar di berbagai sekolah.

Berdasarkan data Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah Brebes, hingga Senin (8/6/2026), sedikitnya 50 SPPG tidak beroperasi. Dari jumlah tersebut, 31 dapur MBG menghentikan layanan karena dana operasional belum masuk ke rekening virtual account (VA), sementara 19 lainnya berstatus suspend akibat belum memenuhi standar sarana dan prasarana yang ditetapkan.

Kondisi ini menjadikan Brebes sebagai salah satu daerah yang terdampak paling besar dalam gelombang gangguan operasional MBG yang belakangan juga terjadi di sejumlah wilayah lain seperti Batam, Banda Aceh, Karanganyar, Wonogiri, Subulussalam, hingga beberapa daerah di Kalimantan Barat.

Baca Juga: Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG di Kalbar Terancam Hentikan Layanan MBG

Ribuan Pelajar Tidak Menerima MBG

Dampak penghentian operasional langsung dirasakan para siswa penerima manfaat. Di SMP Negeri 1 Brebes misalnya, sebanyak 734 siswa yang selama ini menerima paket MBG tidak mendapatkan distribusi makanan pada hari pertama penghentian layanan.

Salah satu siswa, Fika Mulyaningrum, mengaku kecewa karena program yang selama ini membantu kebutuhan gizi pelajar terhenti sementara.

"Hari ini tidak menerima MBG. Semoga bisa segera berjalan lagi karena sangat membantu kami," ujarnya.

Harapan serupa disampaikan Evan Jose Setiawan. Menurutnya, selain membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian, program MBG juga meringankan beban pengeluaran keluarga.

"Semoga segera kembali berjalan. Kalau bisa menunya lebih variatif sehingga siswa tidak bosan," katanya.

Pihak sekolah sendiri baru menerima informasi penghentian distribusi pada Minggu malam melalui pemberitahuan dari pengelola SPPG.

Penanggung Jawab MBG SMP Negeri 1 Brebes, Fakrurrozi, mengatakan sekolah berharap kendala administrasi tersebut dapat segera diselesaikan agar layanan kembali normal.

Dana Operasional Belum Cair

Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Brebes, Arya Dewa Nugroho, menjelaskan keterlambatan pencairan dana diduga berkaitan dengan proses administrasi dan mekanisme transfer anggaran dari pemerintah pusat.

Menurutnya, sebagian besar dapur MBG yang berhenti beroperasi sebenarnya telah siap menjalankan pelayanan. Namun karena dana operasional belum diterima, pengelola tidak dapat membeli bahan baku maupun menjalankan produksi makanan.

"Informasi yang kami terima, proses transfer dana sedang berlangsung dan diharapkan dapat segera masuk ke rekening masing-masing SPPG," jelas Arya.

Ia menegaskan penghentian operasional tersebut bukan disebabkan oleh kasus keracunan makanan ataupun kejadian luar biasa (KLB).

Baca Juga: Motor Listrik hingga TV 75 Inci, Ini Daftar Pengadaan MBG yang Diduga Dimark Up

Sebagian SPPG Disuspend karena Fasilitas Belum Memenuhi Standar

Selain persoalan dana, sebanyak 19 SPPG di Brebes juga berstatus suspend. Langkah tersebut dilakukan setelah hasil inspeksi menemukan fasilitas yang belum memenuhi standar operasional yang ditetapkan Badan Gizi Nasional.

Proses suspend dilakukan secara bertahap melalui inspeksi lapangan, evaluasi, pemberian rekomendasi perbaikan, hingga penerbitan berita acara.

Apabila pengelola tidak melakukan perbaikan dalam batas waktu yang ditentukan, status suspend dapat diperpanjang hingga seluruh persyaratan terpenuhi.

Arya memastikan langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas layanan serta keamanan makanan yang didistribusikan kepada para siswa.

Brebes Bebas Kasus Keracunan MBG

Di tengah berbagai isu yang berkembang terkait program MBG secara nasional, BGN Brebes memastikan hingga saat ini belum pernah terjadi kasus keracunan massal atau kejadian luar biasa akibat makanan yang didistribusikan kepada penerima manfaat.

Sejak program berjalan, hanya ditemukan tiga kasus menu makanan yang dinilai tidak layak konsumsi di wilayah Losari, Salem, dan Banjarharjo. Seluruh temuan tersebut telah ditindaklanjuti sesuai prosedur, termasuk dengan pemberian sanksi administratif kepada penyelenggara terkait.

"Alhamdulillah sampai saat ini belum ada KLB atau kasus keracunan makanan di Brebes. Yang ada hanya temuan kualitas menu dan semuanya sudah ditangani sesuai aturan," tegas Arya.

Menunggu Kepastian Pencairan Dana

Saat ini sekolah, siswa, dan pengelola SPPG menunggu kepastian pencairan dana operasional agar distribusi MBG dapat kembali dilakukan.

Program yang menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi anak Indonesia tersebut dinilai memiliki dampak besar terhadap kesehatan dan konsentrasi belajar siswa.

Karena itu, percepatan pencairan anggaran menjadi kunci penting untuk memastikan layanan makan bergizi gratis tetap berjalan dan manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh para pelajar di Kabupaten Brebes.

Editor : Mahendra Aditya
#SPPG Brebes #MBG Brebes #dana operasional MBG #Makan Bergizi Gratis #badan gizi nasional