RADAR KUDUS – Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah tetap berlangsung sebagaimana mestinya.
Penegasan tersebut disampaikan untuk menanggapi informasi yang beredar luas mengenai dugaan terhentinya operasional sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akibat saldo Virtual Account (VA) yang disebut belum menerima pengisian dana.
Informasi tersebut sempat ramai diperbincangkan di media sosial dan grup percakapan daring.
Dalam pesan yang beredar, disebutkan beberapa SPPG di wilayah seperti Bogor dan Tangerang mengalami kendala operasional karena dana bantuan pemerintah belum masuk ke rekening layanan.
Kabar tersebut memunculkan kekhawatiran masyarakat karena Program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu program yang menyasar pelajar, santri, hingga kelompok masyarakat yang terlibat dalam layanan kesehatan dasar seperti Posyandu.
BGN Pastikan Dana Operasional Sudah Disalurkan
Menanggapi isu tersebut, Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S. Deyang, menegaskan bahwa informasi mengenai penghentian penyaluran dana bantuan pemerintah untuk program MBG tidak benar.
Menurutnya, beredarnya kabar tersebut dipicu oleh pesan berantai yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Ia memastikan tidak ada kebijakan penghentian transfer dana operasional kepada SPPG di seluruh Indonesia.
Nanik menjelaskan bahwa proses pencairan anggaran dan administrasi program tetap berjalan sesuai mekanisme yang berlaku. Bahkan, penyerapan anggaran untuk mendukung operasional SPPG telah diselesaikan dalam beberapa hari terakhir.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan selalu merujuk pada sumber resmi pemerintah terkait perkembangan Program Makan Bergizi Gratis.
Evaluasi Tata Kelola untuk Tingkatkan Efektivitas Program
Meski membantah adanya penghentian operasional secara luas, BGN mengakui bahwa saat ini tengah dilakukan sejumlah pembenahan di internal lembaga.
Langkah tersebut bertujuan memperkuat tata kelola program agar pelaksanaannya semakin efektif dan efisien.
Di bawah kepemimpinan baru, BGN sedang melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai aspek pelaksanaan MBG guna memastikan program berjalan tepat sasaran sekaligus mendukung efisiensi penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Sejumlah langkah yang tengah dipersiapkan antara lain penataan ulang penerima manfaat agar bantuan lebih tepat sasaran, penghentian sementara pembukaan dapur baru di sejumlah titik, serta peningkatan kualitas fasilitas dan sumber daya manusia pada dapur yang telah beroperasi.
Selain itu, pemerintah juga berupaya memperluas pelaksanaan program ke wilayah 3T atau daerah tertinggal, terdepan, dan terluar dengan skema yang disesuaikan agar tidak membebani anggaran negara secara berlebihan.
Kendala Virtual Account Telah Diselesaikan
BGN juga memastikan persoalan teknis terkait saldo Virtual Account yang sempat dikeluhkan sejumlah pengelola SPPG telah ditangani.
Proses pencairan dana operasional disebut telah dilakukan secara serentak pada Jumat, 5 Juni 2026.
Dengan pencairan tersebut, seluruh layanan SPPG yang menjadi bagian dari Program Makan Bergizi Gratis dapat terus menjalankan aktivitasnya tanpa gangguan pendanaan.
BGN meminta seluruh jajaran pelaksana program, mulai dari tingkat pusat hingga daerah, untuk aktif memberikan penjelasan kepada masyarakat, sekolah, pondok pesantren, dan mitra lainnya terkait kondisi sebenarnya.
Langkah ini dinilai penting untuk mencegah penyebaran informasi yang tidak akurat dan menimbulkan keresahan.
Pemerintah menegaskan bahwa distribusi makanan bergizi kepada para penerima manfaat tetap berlangsung normal.
Dukungan anggaran dan logistik juga dipastikan tersedia sehingga pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dapat terus berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.
Editor : Ali Mustofa