Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

BMKG Umumkan Kondisi Terbaru Pascagempa 7,7: Tsunami Sudah Berakhir, Tapi…

Ali Mustofa • Senin, 8 Juni 2026 | 12:02 WIB
ilustrasi tsunami. Seismograf menunjukkan gempa. (Dok JawaPos.com)
ilustrasi tsunami. Seismograf menunjukkan gempa. (Dok JawaPos.com)

RADAR KUDUS – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mencabut peringatan dini tsunami setelah gempa bumi bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah Sulawesi Utara (Sulut).

Meski demikian, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa sempat terdeteksi gelombang tsunami berukuran kecil di sejumlah titik pemantauan pesisir.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa gelombang pertama tercatat di Loloda, Halmahera Barat pada pukul 07.20 WIB dengan ketinggian 0,09 meter.

Setelah itu, gelombang berikutnya terdeteksi di Ulusiau, Sitaro pada pukul 07.27 WIB dengan tinggi sekitar 0,18 meter, serta di Melonguane, Kepulauan Talaud yang mencapai 0,19 meter.

“Seiring dengan terdeteksinya perubahan muka air laut tersebut, aktivitas tektonik di wilayah sekitar masih menunjukkan kondisi aktif, ditandai dengan rangkaian gempa susulan bermagnitudo di atas 5,” ungkapnya kepada wartawan.

Berdasarkan data pemantauan, gempa susulan terjadi beruntun sejak pukul 07.11 WIB dengan magnitudo 5,9 di 241 kilometer barat laut Pulau Karatung.

Tak lama berselang, gempa bermagnitudo 5,7 kembali tercatat pada pukul 07.18 WIB di wilayah 211 kilometer barat laut Pulau Karatung.

Guncangan kemudian berlanjut pada pukul 07.55 WIB dengan magnitudo 6,0 di 201 kilometer barat laut Tahuna, disusul gempa susulan lain bermagnitudo 5,2 pada pukul 08.10 WIB di 172 kilometer barat laut Tahuna.

Abdul Muhari menjelaskan bahwa rangkaian gempa tersebut turut dirasakan masyarakat di beberapa daerah dengan intensitas berbeda.

Di Kabupaten Kepulauan Sangihe, getaran terasa cukup kuat selama beberapa detik dan sempat memicu kepanikan warga. Sementara di Minahasa Utara, guncangan dirasakan dengan intensitas sedang.

Di Kota Manado, warga melaporkan getaran singkat selama beberapa detik, sedangkan di Kepulauan Talaud guncangan terasa lebih lemah namun tetap dirasakan oleh sebagian masyarakat.

Meski ketinggian gelombang laut yang tercatat masih tergolong kecil, BNPB tetap mengimbau masyarakat di wilayah pesisir untuk tidak lengah.

Warga di Sulawesi Utara, Maluku Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, hingga Kalimantan Timur diminta tetap meningkatkan kewaspadaan.

“Masyarakat diharapkan tetap berada di lokasi aman, menjauhi pantai serta bangunan yang berpotensi terdampak, dan terus mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang,” tegasnya.

BNPB menambahkan bahwa aktivitas gempa susulan masih berpotensi terjadi sehingga pemantauan terus dilakukan secara intensif oleh otoritas terkait.

Editor : Ali Mustofa
#sulawesi utara #bnpb #gempa bumi #bmkg #tsunami