RADAR KUDUS – Otoritas Jepang mengeluarkan peringatan potensi tsunami untuk wilayah pesisir di kawasan Samudra Pasifik, baik di sisi barat maupun timur Jepang.
Informasi ini disampaikan oleh Kantor Berita Kyodo seiring meningkatnya aktivitas seismik di kawasan tersebut.
Badan Meteorologi Jepang (JMA) juga mengeluarkan peringatan resmi yang disiarkan pada Senin, dengan pesan bahwa status siaga tsunami saat ini berlaku untuk sejumlah wilayah pesisir Jepang.
Sebelumnya, gempa bumi berkekuatan magnitudo 8,1 mengguncang wilayah lepas pantai Pulau Mindanao, Filipina.
Kantor Berita Sputnik melaporkan bahwa gempa terjadi pada pukul 23:37 GMT, berlokasi sekitar 58 kilometer dari Kota General Santos yang berpenduduk sekitar 679.000 jiwa.
Pusat gempa berada pada kedalaman 57 kilometer di bawah permukaan laut.
Hingga saat ini, belum ada laporan resmi terkait korban jiwa maupun kerusakan akibat peristiwa tersebut.
Di Indonesia, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa gelombang tsunami dengan ketinggian rendah, berkisar antara 9 hingga 18 sentimeter, telah terdeteksi di beberapa titik pemantauan.
Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, dalam konferensi pers di Jakarta pada Senin menjelaskan bahwa tiga lokasi yang mencatat anomali gelombang tersebut adalah Ulu Siau dan Melonguane di Sulawesi Utara, serta satu titik pengamatan di wilayah Maluku Utara.
Meski ketinggian gelombang tergolong kecil, BMKG menegaskan bahwa masyarakat tetap harus waspada dan tidak mengabaikan arahan evakuasi dari pihak berwenang.
Berdasarkan hasil pemodelan tsunami, BMKG sebelumnya memperkirakan potensi gelombang di sejumlah wilayah pesisir dapat mencapai kategori Siaga hingga Awas. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk terus memantau perkembangan informasi resmi.
“Wilayah terdampak diperkirakan berada pada level Siaga hingga Awas, sehingga masyarakat harus tetap mengikuti pembaruan informasi dari BMKG,” ujar Nelly, dikutip dari Antara.
BMKG juga mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk terus memantau data terkini melalui kanal resmi guna menghindari kesimpangsiuran informasi.
Hingga saat ini, BMKG bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan real-time terhadap data pasang surut dan sensor tsunami di berbagai titik pesisir Indonesia bagian utara dan timur.
Peringatan dini tsunami sendiri telah dirilis kurang dari 10 menit setelah gempa tektonik bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Laut Sulawesi pada Senin pagi pukul 06.37 WIB.
Dengan pusat gempa berada di kedalaman 47 kilometer di barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, yang masih berada dalam zona seismik Mindanao, Filipina.
Editor : Ali Mustofa