RADAR KUDUS – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,7.
Yang mengguncang wilayah Pantai Selatan Mindanao, Filipina, pada Senin pagi pukul 06.37 WIB, terjadi akibat aktivitas subduksi lempeng.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menyampaikan bahwa berdasarkan analisis lokasi episenter serta kedalaman hiposenter, gempa tersebut tergolong gempa dangkal yang dipicu oleh pergerakan lempeng tektonik yang menunjam.
“Dengan memperhatikan lokasi dan kedalaman sumber gempa, kejadian ini merupakan gempa dangkal akibat proses subduksi lempeng,” ujarnya dalam keterangan resmi yang dibagikan melalui grup komunikasi BMKG dan stakeholders pada Senin, dikutip dari Antara.
Hasil analisis lanjutan BMKG menunjukkan bahwa gempa tersebut memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault.
Pola ini umum terjadi pada zona subduksi yang aktif dan berpotensi menghasilkan guncangan kuat.
Getaran gempa dilaporkan terasa di sejumlah wilayah Indonesia timur dengan intensitas yang bervariasi.
Di Kota Morotai dan Halmahera Utara, guncangan mencapai skala IV MMI, di mana getaran dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah dan menyebabkan benda ringan bergoyang.
Sementara itu, di Gorontalo Utara tercatat intensitas III–IV MMI.
Adapun wilayah lain seperti Ternate, Halmahera Barat, Halmahera Selatan, Manado, Minahasa, Palu, Bitung, hingga sejumlah daerah di Maluku Utara dan Sulawesi merasakan getaran dengan intensitas III MMI, yang setara dengan sensasi seperti truk besar melintas.
Hingga saat ini, belum terdapat laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban akibat gempa tersebut.
Berdasarkan hasil pemodelan, BMKG juga menyatakan bahwa gempa ini berpotensi menimbulkan tsunami.
Sejumlah wilayah ditetapkan dalam status Siaga, di antaranya Manado, Minahasa, Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Bolaang Mongondow, Buol, Kepulauan Sangihe, Gorontalo, Kepulauan Talaud, Toli-toli, Kota Palu, Donggala, Kota Ternate, dan Kota Bitung.
Sementara itu, status Waspada diberlakukan di wilayah Kota Tidore, Bulungan, Nunukan, Halmahera, Kota Tarakan, Halmahera Utara, Kutai Timur, Kota Bontang, dan Berau.
BMKG mengimbau masyarakat di wilayah Siaga untuk segera menjauhi pantai dan menuju tempat yang lebih tinggi.
Untuk wilayah Waspada, warga diminta menghindari aktivitas di pesisir maupun aliran sungai.
“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas, sehingga kami meminta semua pihak mengikuti arahan resmi,” tegas BMKG.
Hingga pukul 07.11 WIB, sistem pemantauan InaTEWS mencatat telah terjadi dua gempa susulan dengan magnitudo 6,7 dan 5,9. Aktivitas seismik ini masih terus dipantau untuk perkembangan lebih lanjut.
BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan hanya mengakses informasi resmi melalui kanal komunikasi lembaga tersebut yang telah terverifikasi.
Editor : Ali Mustofa