Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kebakaran Besar di Kemayoran Jakarta Hanguskan 250 Rumah, Ratusan Warga Kehilangan Tempat Tinggal

Ali Mustofa • Selasa, 2 Juni 2026 | 11:37 WIB
Kondisi terkini pasca kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Kemayoran Gempol, Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat pada Senin (1/6) malam. (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)
Kondisi terkini pasca kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Kemayoran Gempol, Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat pada Senin (1/6) malam. (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)

RADAR KUDUS – Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Kemayoran Gempol, Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Senin (1/6/2026) malam.

Musibah tersebut menghanguskan ratusan rumah semi permanen dan memaksa ratusan warga mengungsi setelah kehilangan tempat tinggal.

Peristiwa yang terjadi di dekat Masjid Jami Al-Ihsan itu diduga dipicu oleh hubungan arus pendek listrik di salah satu rumah warga.

Api yang muncul dengan cepat merambat ke bangunan lain karena sebagian besar rumah di lokasi terbuat dari material yang mudah terbakar.

Berdasarkan keterangan dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Pusat, kebakaran pertama kali dilaporkan sekitar pukul 20.55 WIB.

Kepala Sudin Gulkarmat Jakarta Pusat, Syarifudin, menjelaskan bahwa kobaran api awalnya muncul dari rumah seorang warga bernama Darmansyah yang berada di RT 14 RW 04.

Warga setempat sempat berusaha melakukan pemadaman awal menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) yang tersedia di pos RW.

Namun, saat petugas dan warga tiba di lokasi, api telah menjalar ke berbagai barang mudah terbakar sehingga penyebarannya berlangsung sangat cepat.

Kondisi bangunan yang didominasi material kayu serta hembusan angin yang cukup kencang membuat api semakin sulit dikendalikan.

Dampak kebakaran tergolong sangat besar. Data sementara menunjukkan sekitar 250 rumah semi permanen hangus dilalap api.

Wilayah yang terdampak meliputi RT 12 hingga RT 16 di RW 04 serta RT 01 hingga RT 03 di RW 05.

Luasnya area kebakaran menyebabkan ratusan keluarga kehilangan tempat tinggal dalam waktu singkat.

Sedikitnya 330 kepala keluarga (KK) atau sekitar 620 jiwa terdampak langsung akibat peristiwa tersebut.

Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan pendataan lanjutan terkait luas area yang terbakar serta total kerugian materi yang ditimbulkan.

Proses penyelidikan juga masih berlangsung dan ditangani oleh tim identifikasi kepolisian.

Proses pemadaman berlangsung cukup berat karena petugas menghadapi sejumlah hambatan di lapangan.

Selain akses jalan yang sempit, banyak warga dan penonton yang memadati lokasi kejadian sehingga menghambat pergerakan armada pemadam.

Di saat yang sama, sejumlah penghuni rumah berupaya menyelamatkan barang-barang berharga mereka, sehingga situasi di sekitar titik kebakaran menjadi semakin padat.

Kondisi tersebut membuat petugas harus bekerja ekstra untuk mengendalikan api agar tidak menjalar lebih luas ke permukiman sekitar.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran ini menyebabkan beberapa warga mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap tebal.

Tim medis dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta yang bersiaga di lokasi memberikan pertolongan kepada sedikitnya delapan orang warga yang mengalami sesak napas selama proses kebakaran berlangsung.

Untuk menangani kebakaran berskala besar tersebut, Sudin Gulkarmat Jakarta Pusat mengerahkan 35 unit mobil pemadam kebakaran yang didukung sekitar 175 personel gabungan.

Sejumlah armada tambahan juga didatangkan dari wilayah Jakarta Utara guna mempercepat proses pemadaman dan mencegah api menjalar ke kawasan lain.

Operasi pemadaman dimulai sekitar pukul 21.05 WIB. Setelah berjibaku selama beberapa jam, petugas berhasil melokalisasi api pada pukul 23.30 WIB.

Selanjutnya dilakukan proses pendinginan yang berlangsung hingga Selasa dini hari sekitar pukul 01.30 WIB untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.

Seluruh rangkaian penanganan kebakaran akhirnya dinyatakan selesai pada pukul 04.15 WIB.

Musibah ini menjadi salah satu kebakaran permukiman terbesar yang terjadi di Jakarta Pusat tahun ini, dengan ratusan rumah musnah dan ratusan warga terpaksa kehilangan tempat tinggal dalam semalam.

Editor : Ali Mustofa
#kawasan permukiman #tempat tinggal #jakarta #dilalap api