RADAR KUDUS — Wakil Menteri Haji dan Umrah Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengumumkan bahwa tahap puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) telah selesai.
Semua jemaah haji dari Indonesia yang menjalani Nafar Tsani telah meninggalkan Mina dan kembali ke hotel mereka di Mekkah pada hari Sabtu, 30 Mei 2026, yang juga merupakan 13 Zulhijah 1447 H.
Dahnil Anzar Simanjuntak menginformasikan berita baik ini saat memantau langsung proses terakhir dari pergerakan jemaah haji Indonesia di Mina.
Pada pukul 15.00 Waktu Arab Saudi (WAS), seluruh jemaah haji Indonesia telah meninggalkan Mina dengan lengkap.
Baca Juga: Arab Saudi Ungkap Penyelenggaraan Haji 2026 Sukses Layani 1,7 Juta Jemaah
Semua tenda yang digunakan oleh jemaah haji Indonesia di Mina pun sudah ditinggalkan dan tidak ada jemaah yang tersisa di lokasi tersebut.
Tahap Armuzna tahun 1447 H berlangsung selama enam hari, dimulai dari 8 Zulhijah hingga 13 Zulhijah 2026.
Rangkaian ibadah haji yang paling penting ini meliputi wukuf di Arafah pada 26 Mei 2026, bermalam di Muzdalifah pada 27 Mei 2026, dan tinggal serta melakukan lontar jumrah di Mina selama tiga hari pada 28 hingga 30 Mei 2026.
Semua proses pergerakan jemaah dari Makkah ke Arafah, kemudian ke Muzdalifah dan Mina, dilaporkan berjalan dengan baik, disiplin, dan terkendali.
Baca Juga: Moratorium Dicabut, Indonesia Kembali Bisa Ekspor Udang ke Arab Saudi
Menurut Dahnil Anzar, secara keseluruhan fase Armuzna tahun ini telah dijalani dengan baik oleh semua jemaah haji Indonesia. Tidak ada masalah yang signifikan selama pergerakan jemaah secara massal menuju Mina dan kembali ke Mekkah.
Akses transportasi yang mudah, pengaturan logistik yang baik, serta kerjasama antara panitia haji Indonesia dan pemerintah Saudi sangat mendukung kelancaran ibadah ini.
Dengan selesainya tahap Armuzna, jemaah haji Indonesia kini berkonsentrasi pada tahap akhir ibadah haji, yaitu di Mekkah untuk melaksanakan thawaf ifadah dan sa'i, serta memotong rambut yang menandakan hampir selesainya ibadah haji.
Setelah itu, mereka akan bersiap untuk proses pemulangan ke Tanah Air. Pemulangan gelombang pertama direncanakan mulai pada 1 Juni 2026, sementara gelombang kedua akan dilakukan pada 7 Juni 2026.
Seluruh proses pemulangan jemaah haji Indonesia ditargetkan selesai pada 1 Juli 2026, yang bertepatan dengan datangnya Tahun Baru Hijriah 1448 H.
Kementerian Haji dan Umrah memastikan bahwa pengaturan penerbangan, transportasi darat, serta akomodasi di bandara telah disiapkan untuk perjalanan kembali.
Baca Juga: Berakhir Tragis: Selebgram Woodyrman Aniaya Rekan WNA hingga Meninggal
Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian ibadah haji tahun ini.
Kehadiran Wamenhaj di Mina pada sore hari itu menandai bahwa Indonesia telah menyelesaikan salah satu tahap terpenting dalam ibadah haji.
Koordinasi yang intensif antara petugas kloter, koordinator grup, dan tim medis di lapangan memastikan tidak ada jemaah yang tertinggal atau mengalami masalah selama pergerakan.
Perhatian layanan kini diarahkan pada proses pemulangan jemaah ke tanah air. Tim pengadaan dan transportasi haji Indonesia mulai menyiapkan segala sesuatunya untuk menjamin bahwa setiap kloter dapat terbang tepat waktu tanpa kendala. (*)
Editor : Anita Fitriani