Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

SPPG Tembok Dukuh Minta Maaf usai Insiden Dugaan Keracunan Massal MBG

Mahendra Aditya Restiawan • Selasa, 12 Mei 2026 | 16:36 WIB
Ilustrasi ompreng MBG
Ilustrasi ompreng MBG

RADAR KUDUS - Pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tembok Dukuh, Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya, akhirnya menyampaikan permohonan maaf terkait insiden dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa ratusan siswa.

Permintaan maaf tersebut disampaikan langsung oleh Kepala SPPG Tembok Dukuh, Chafi Alida Najla, setelah banyak siswa dilaporkan mengalami gangguan kesehatan usai menyantap makanan MBG pada Senin, 11 Mei 2026.

Chafi mengatakan pihaknya sangat menyesalkan kejadian tersebut dan meminta maaf kepada seluruh siswa serta guru yang terdampak.

Baca Juga: 200 Siswa Diduga Keracunan, Dapur MBG Tembok Dukuh Tutup Sementara

Menurutnya, laporan mulai berdatangan tidak lama setelah makanan dibagikan ke sekolah-sekolah penerima program. Sejumlah siswa disebut mengeluhkan sakit perut setelah mengonsumsi menu makanan yang disajikan hari itu.

Menu MBG yang dibagikan diketahui berisi nasi, lauk olahan daging, sayur, dan pelengkap lainnya. Dugaan awal mengarah pada lauk berbahan daging, meski penyebab pasti masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Chafi menjelaskan kemungkinan kontaminasi tidak hanya terjadi pada lauk, tetapi juga bisa menyebar ke bagian makanan lain di dalam ompreng.

Meski begitu, ia memastikan bahan makanan yang diterima oleh dapur SPPG berada dalam kondisi baik dan segar saat proses pengolahan dilakukan.

Ia menegaskan bahwa proses memasak hingga penyajian makanan telah mengikuti standar operasional yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional.

Menurut Chafi, daging memang termasuk bahan makanan yang cukup sensitif sehingga membutuhkan penanganan ekstra selama proses pengolahan.

Pihak SPPG juga menyatakan siap bertanggung jawab penuh atas penanganan siswa dan guru yang terdampak. Bentuk tanggung jawab tersebut mencakup biaya pengobatan hingga dukungan dalam proses observasi lapangan.

Sementara itu, kasus dugaan keracunan massal ini menimpa sekitar 200 siswa dari 12 sekolah tingkat TK, SD, dan SMP di wilayah Surabaya.

Para siswa yang mengalami gejala seperti mual dan pusing langsung mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Tembok Dukuh dan RSIA IBI Surabaya.

Kepala Puskesmas Tembok Dukuh, drg Tyas Pranadani, mengatakan laporan pertama diterima sekitar pukul 09.00 WIB. Keluhan kesehatan muncul setelah para siswa menyantap makanan MBG yang berasal dari dapur SPPG yang sama.

Berdasarkan keterangan sejumlah guru, menu lauk daging yang dibagikan pada hari itu menjadi perhatian utama karena sebelumnya siswa jarang menerima menu serupa.

Meski demikian, pihak kesehatan belum dapat memastikan sumber pasti penyebab keracunan. Sampel makanan yang diduga menjadi penyebab insiden telah diambil untuk diperiksa lebih lanjut di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLK) bersama Dinas Kesehatan.

Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan penyebab pasti insiden serta langkah lanjutan yang akan diambil pihak terkait.

Editor : Mahendra Aditya
#keracunan MBG Surabaya #SPPG Tembok Dukuh #MBG Surabaya #daging MBG #Siswa Keracunan