
Oleh: A. Mahbub Djunaidi, Penulis buku “Membaca Zaman Menulis Makna”
Penghargaan sering kali dipahami sebatas piala, piagam atau seremoni di atas panggung. Namun, Radar Kudus Award 2026 yang diberikan kepada Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, SIP, MSi rasanya memiliki makna yang lebih dalam.
Penghargaan dari Jawa Pos Radar Kudus tersebut adalah pengakuan terhadap komitmen kepala daerah dalam mendorong kemajuan masyarakat, khususnya melalui pembangunan sumber daya manusia (SDM).
Di tengah tuntutan pembangunan daerah yang semakin kompleks, membangun SDM memang bukan pekerjaan yang hasilnya dapat dilihat dalam hitungan bulan.
Jalan, jembatan dan gedung bisa segera terlihat bentuknya. Tetapi membangun manusia membutuhkan waktu, kesabaran dan konsistensi. Di sinilah komitmen Bupati Blora menjadi menarik untuk dicermati.
Pemkab Blora secara aktif memperluas kerja sama dengan perguruan tinggi. Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) terus didorong agar perangkat dan pegiat desa, memiliki kesempatan meningkatkan pendidikan.
Bahkan hampir 1.000 warga Blora disebut telah menempuh pendidikan tinggi melalui berbagai kerja sama dengan UNNES.
Langkah lain adalah memperluas jejaring dengan perguruan tinggi negeri maupun swasta. Bupati Arief bahkan menegaskan, di mana pun anak Blora kuliah, kampusnya akan diajak bekerja sama.
Targetnya jelas: meningkatkan angka lulusan SMA yang melanjutkan ke perguruan tinggi hingga 70 persen.
Bagi penulis, inilah substansi penting dari sebuah pembangunan.
Membangun Blora tidak cukup hanya dengan membangun infrastruktur, tetapi juga harus membangun manusianya.



