Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Atasi Angka Pengangguran, Wamenaker Dorong Generasi Muda Jadi Arsitek Lapangan Kerja di Era Digital

Ghina Nailal Husna • Senin, 11 Mei 2026 | 21:09 WIB
Wamenaker Dorong Generasi Muda Jadi Arsitek Lapangan Kerja di Era Digital
Wamenaker Dorong Generasi Muda Jadi Arsitek Lapangan Kerja di Era Digital

 

RADAR KUDUS – Di tengah tantangan besar serapan tenaga kerja nasional, pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menaruh harapan besar pada pundak generasi muda.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Afriansyah Noor, secara terbuka mengajak kaum milenial dan Gen Z untuk tidak sekadar menjadi pemburu kerja (job seeker), melainkan bertransformasi menjadi pencipta lapangan kerja (job creator).

Langkah ini dinilai mendesak mengingat angka pengangguran yang masih menjadi beban struktural ekonomi, sementara potensi ekonomi digital Indonesia terus berkembang pesat.

Baca Juga: Geger Temuan Puntung Rokok dalam Menu Makan Bergizi Gratis di Wonogiri, Pengelola Sebut Ada Kejanggalan

Dalam keterangan resminya pada Minggu (3/5/2026), Afriansyah memaparkan data krusial mengenai struktur tenaga kerja di tanah air.

Saat ini, angkatan kerja Indonesia telah mencapai lebih dari 155 juta orang, namun mayoritas masih terkonsentrasi di sektor informal.

Di sisi lain, jutaan orang lainnya masih berjuang mendapatkan pekerjaan tetap di tengah persaingan global yang kian ketat.

"Generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari angka statistik atau sekadar menambah deretan pencari kerja.

Mereka harus mampu menunjukkan kemampuan melalui tindakan nyata yang berdampak pada masyarakat luas," tegas Afriansyah.

Wamenaker menyoroti bahwa salah satu akar masalah pengangguran adalah adanya ketidaksesuaian (mismatch) antara kompetensi lulusan dunia pendidikan dengan kebutuhan nyata di dunia industri.

Tantangan ini menuntut adanya transformasi menyeluruh dalam pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM).

Menurut Afriansyah, pendidikan formal saja tidak lagi cukup. Generasi muda perlu memiliki mentalitas yang adaptif dan inovatif agar mampu membaca celah pasar yang belum tergarap.

"Diperlukan transformasi SDM yang lebih tangguh. Kita ingin anak muda kita melihat tantangan ini sebagai peluang untuk berwirausaha dengan memanfaatkan teknologi yang ada saat ini," tambahnya.

Era digital tahun 2026 ini menawarkan instrumen yang luas bagi siapapun untuk memulai usaha dengan modal yang relatif minim namun memiliki daya jangkau yang luas.

Afriansyah meyakini bahwa dengan kreativitas dan penguasaan teknologi, anak muda dapat membangun ekosistem ekonomi baru yang mampu menyerap tenaga kerja di lingkungan sekitarnya.

Untuk mendukung visi tersebut, Kemnaker berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem ketenagakerjaan nasional. Hal ini dilakukan melalui strategi kolaborasi Pentahelix, yang melibatkan:

  • Pemerintah: Sebagai penyedia regulasi dan kebijakan.

  • Industri: Sebagai mitra dalam standar kompetensi.

  • Akademisi: Untuk riset dan pengembangan kualitas SDM.

  • Komunitas: Sebagai basis pengembangan ekonomi kerakyatan.

  • Media: Sebagai sarana diseminasi informasi dan peluang.

Baca Juga: Memanas! Eks ART Erin Taulany Buka Suara, Bantah Tudingan Curi Baju dan Rekam Anak Secara Diam-Diam

"Generasi muda memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak utama roda ekonomi nasional.

Dengan inovasi dan semangat kewirausahaan, mereka adalah kunci untuk menekan angka pengangguran di masa depan," pungkas Afriansyah. (*)

Editor : Ghina Nailal Husna
#Afriansyah Noor #Kewirausahaan Digital #Wamenaker #pengangguran #lapangan kerja