Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hidup Cuma Demi Penilaian Orang? Ini Dampak Mengerikan yang Mengintai

A
Penulis: Ali Mustofa❯
Ilustrasi pengangguran. (Dimas Pradipta/JawaPos.com)
Ilustrasi pengangguran. (Dimas Pradipta/JawaPos.com)

Advertisement

RADAR KUDUS – Fenomena pengangguran di tengah masyarakat sering kali tidak semata-mata karena kurangnya lapangan pekerjaan.

Di balik itu, ada faktor lain yang kerap luput disadari, yaitu gengsi.

Tidak sedikit, khususnya kalangan terdidik, enggan mengambil pekerjaan yang dianggap “tidak selevel”, meski pekerjaan tersebut halal dan mampu mencukupi kebutuhan hidup.

Advertisement

Sikap ini perlahan membentuk pola pikir yang keliru.

Lebih memilih menunggu pekerjaan “ideal” daripada bergerak, bahkan jika itu berarti bergantung pada orang lain. 

Padahal, dalam pandangan Islam, bekerja adalah bentuk kemuliaan, bukan sekadar aktivitas mencari penghasilan.

Advertisement

Kemuliaan Bekerja dalam Pandangan Islam

Dalam ajaran Islam, setiap usaha yang halal memiliki nilai tinggi di sisi Allah SWT.

Tidak ada pekerjaan yang hina selama dilakukan dengan cara yang benar dan penuh tanggung jawab.

Kisah seorang sahabat yang merasa malu karena tangannya kasar akibat bekerja keras menjadi pelajaran berharga.

Advertisement

Artikel Terkait

Pengangguran di Pati Capai 29 Ribu Orang, Disnaker Perluas Penempatan Kerja ke Luar Negeri

Pengangguran di Pati Capai 29 Ribu Orang, Disnaker Perluas Penempatan Kerja ke Luar Negeri

Berdasarkan data terbaru, sekitar 29 ribu warga belum memiliki pekerjaan atau setara dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 3,71 persen

Atasi Angka Pengangguran, Wamenaker Dorong Generasi Muda Jadi Arsitek Lapangan Kerja di Era Digital

Atasi Angka Pengangguran, Wamenaker Dorong Generasi Muda Jadi Arsitek Lapangan Kerja di Era Digital

Atasi Angka Pengangguran, Wamenaker Dorong Generasi Muda Jadi Arsitek Lapangan Kerja di Era Digital

Ternyata yang Paling Bisa Menikmati Dunia Justru yang Tidak Mencintainya

Ternyata yang Paling Bisa Menikmati Dunia Justru yang Tidak Mencintainya

Ukuran kekayaan sering kali dipahami sebatas jumlah harta yang dimiliki. Padahal, dalam kenyataan hidup, kekayaan sejati tidak selalu berbanding lurus dengan kepemilikan materi.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer