
RADAR KUDUS – Fenomena pengangguran di tengah masyarakat sering kali tidak semata-mata karena kurangnya lapangan pekerjaan.
Di balik itu, ada faktor lain yang kerap luput disadari, yaitu gengsi.
Tidak sedikit, khususnya kalangan terdidik, enggan mengambil pekerjaan yang dianggap “tidak selevel”, meski pekerjaan tersebut halal dan mampu mencukupi kebutuhan hidup.
Sikap ini perlahan membentuk pola pikir yang keliru.
Lebih memilih menunggu pekerjaan “ideal” daripada bergerak, bahkan jika itu berarti bergantung pada orang lain.
Padahal, dalam pandangan Islam, bekerja adalah bentuk kemuliaan, bukan sekadar aktivitas mencari penghasilan.
Kemuliaan Bekerja dalam Pandangan Islam
Dalam ajaran Islam, setiap usaha yang halal memiliki nilai tinggi di sisi Allah SWT.
Tidak ada pekerjaan yang hina selama dilakukan dengan cara yang benar dan penuh tanggung jawab.
Kisah seorang sahabat yang merasa malu karena tangannya kasar akibat bekerja keras menjadi pelajaran berharga.



