RADAR KUDUS — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia telah mencatat 23 kasus positif hantavirus di tanah air sampai minggu ke-16 tahun 2026, di mana tiga di antaranya berakhir dengan kematian dan tingkat kematian mencapai 13 persen.
Kasus-kasus ini terdapat di sembilan provinsi, dengan DKI Jakarta dan DI Yogyakarta mencatat jumlah tertinggi, yaitu masing-masing enam kasus.
Saat ini, masih terdapat dua kasus yang dicurigai di Jakarta Utara dan Kulon Progo, Yogyakarta, yang sedang diperiksa di laboratorium.
Baca Juga: Skema Potongan Ojol 8 Persen, Ini Dampaknya bagi Driver
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menerangkan bahwa dari total 251 kasus yang dicurigai sejak tahun 2024, sudah ada 23 kasus yang terkonfirmasi positif, 221 negatif, empat kasus sedang dilakukan pemeriksaan, dan tiga kasus tidak bisa diambil spesimennya.
Provinsi lain yang juga melaporkan kasus adalah Jawa Barat dengan lima kasus, serta satu kasus di masing-masing Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, Sumatera Barat, Banten, Jawa Timur, dan Kalimantan Barat.
Baca Juga: Update: Jemaah Haji Gelombang 2 Telah Tiba di Makkah Hari Ini
Hantavirus dapat ditularkan melalui kontak langsung dengan urine, feces, air liur, atau sarang tikus yang terinfeksi, khususnya melalui inhalasi partikel udara yang tercemar.
Gejala awal meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, mual, muntah, dan kelelahan, yang bisa berkembang menjadi sindrom paru (HPS) dengan sesak napas yang parah atau sindrom demam berdarah dengan masalah ginjal (HFRS).
Kemenkes menyoroti pentingnya deteksi dini karena penyakit ini dapat berakibat fatal jika tidak segera diobati.
Untuk mencegah penyebaran, Kemenkes mendorong pengendalian populasi tikus (rodensia), menjaga kebersihan lingkungan, terutama di area seperti loteng dan gudang, serta menghindari kontak langsung dengan tikus yang masih hidup atau yang sudah mati.
Masyarakat diingatkan untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, memastikan makanan terbebas dari kontaminasi, dan segera berkonsultasi ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala setelah berada di area berisiko.
Baca Juga: Kabar Duka Haji 2026: Jemaah Haji RI yang Meninggal Jadi 10 Orang
Pedoman pencegahan telah disebarkan melalui sosialisasi ke kabupaten/kota dan saluran edukasi.
Kemenkes menegaskan bahwa keadaan hantavirus saat ini masih terkendali dengan sebagian besar pasien sudah pulih, namun kewaspadaan harus tetap ditingkatkan mengingat reservoir virus ditemukan di tikus di 29 provinsi.
Masyarakat dihimbau untuk melaporkan penemuan tikus atau gejala yang mencurigakan ke fasilitas kesehatan terdekat guna mencegah terbentuknya klaster baru. Informasi lebih lanjut akan disampaikan melalui saluran resmi Kemenkes. (*)
Editor : Anita Fitriani