RADAR KUDUS – Membawa buah tangan sepulang dari Tanah Suci sudah menjadi tradisi yang melekat di kalangan jemaah haji Indonesia. Selain sebagai kenang-kenangan, oleh-oleh haji juga menjadi simbol kebahagiaan dan ungkapan syukur setelah menunaikan ibadah di Makkah dan Madinah.
Di tengah beragam pilihan barang yang dijual di pusat perbelanjaan Arab Saudi, jemaah kini mulai mencari oleh-oleh yang tidak hanya populer, tetapi juga unik, bermanfaat, dan memiliki nilai budaya maupun religi. Tidak melulu kurma dan air zamzam, ada banyak pilihan buah tangan khas Timur Tengah yang menarik untuk dibawa pulang.
Berikut sejumlah rekomendasi oleh-oleh haji unik yang banyak diminati jemaah selama musim haji 2026.
Baca Juga: Cedera Patah Tangan Sebelum Keberangkatan, Calon Haji Kloter BTJ-03 Tunda Haji Tahun Ini
1. Maamoul, Kue Khas Timur Tengah Favorit Jemaah
Maamoul menjadi salah satu camilan khas Arab yang paling sering diburu jemaah. Kue kering ini memiliki tekstur lembut dengan isian kurma, kacang pistachio, atau kenari.
Rasanya yang tidak terlalu manis membuat Maamoul cocok dijadikan suguhan untuk keluarga dan tamu sepulang haji. Selain itu, bentuk dan cita rasanya yang khas Timur Tengah membuatnya berbeda dari kue pada umumnya.
2. Henna Arab dengan Warna Lebih Tajam
Henna atau inai khas Arab juga menjadi oleh-oleh favorit, terutama bagi perempuan. Produk ini terkenal memiliki warna yang lebih pekat dan tahan lama dibanding henna biasa.
Selain digunakan untuk mempercantik tangan dan kaki, henna Arab banyak dipilih karena dianggap praktis serta aman dipakai saat beribadah.
3. Bukhur, Dupa Arab dengan Aroma Khas
Bukhur merupakan dupa tradisional Timur Tengah yang memiliki aroma hangat dan menenangkan. Wewangian ini biasa dipakai sebagai pengharum ruangan maupun aromaterapi.
Aroma khas Bukhur sulit ditemukan di Indonesia sehingga banyak jemaah menjadikannya oleh-oleh eksklusif dari Tanah Suci.
4. Kopi Arab dan Dallah
Pecinta kopi biasanya tidak melewatkan Qahwa atau kopi Arab sebagai buah tangan. Kopi ini memiliki aroma rempah yang khas dan cita rasa ringan.
Sebagai pelengkap, banyak jemaah juga membeli Dallah, teko kopi tradisional Arab berbahan logam yang identik dengan budaya Timur Tengah.
5. Sabun Susu Unta
Produk berbahan susu unta mulai populer sebagai oleh-oleh haji unik. Sabun ini dipercaya membantu menjaga kelembapan kulit serta memiliki aroma lembut yang khas.
Karena berbahan alami, sabun susu unta banyak diburu jemaah yang mencari oleh-oleh kesehatan dan kecantikan.
6. Cokelat Susu Unta
Selain sabun, susu unta juga diolah menjadi cokelat premium yang banyak dijual di pusat perbelanjaan Arab Saudi.
Rasanya berbeda dari cokelat biasa dan sering dianggap sebagai kudapan khas Timur Tengah yang unik untuk dibagikan kepada keluarga.
7. Buah Tin Kering
Buah tin menjadi salah satu oleh-oleh bernilai religi karena disebut dalam Al-Qur’an. Buah ini kaya manfaat dan sering dikonsumsi sebagai camilan sehat.
Jemaah biasanya membeli buah tin dalam bentuk kering agar lebih tahan lama selama perjalanan pulang.
8. Siwak untuk Kesehatan Gigi
Siwak atau miswak tetap menjadi buah tangan favorit jemaah karena memiliki nilai sunnah dalam Islam. Kayu alami ini digunakan untuk membersihkan gigi dan mulut.
Selain praktis, siwak juga mudah ditemukan di berbagai toko sekitar Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
9. Kaligrafi Islami
Kaligrafi bertuliskan lafaz Allah atau ayat suci Al-Qur’an menjadi pilihan oleh-oleh bernilai seni tinggi. Banyak jemaah membeli kaligrafi untuk hiasan rumah maupun hadiah keluarga.
Motif dan desainnya beragam, mulai dari ukiran klasik hingga modern.
10. Madu Kashmir
Madu Kashmir dikenal sebagai madu premium yang berasal dari kawasan pegunungan Himalaya. Produk ini populer di Arab Saudi karena dipercaya memiliki banyak manfaat kesehatan.
Dengan rasa khas dan kualitas premium, madu Kashmir sering dijadikan buah tangan eksklusif bagi kerabat dekat.
Selain memilih oleh-oleh yang menarik, jemaah juga diimbau bijak saat berbelanja agar tidak berlebihan. Perencanaan anggaran dan pemilihan produk berkualitas menjadi kunci agar pengalaman berburu oleh-oleh di Tanah Suci tetap nyaman dan berkesan.
Editor : Mahendra Aditya