RADAR KUDUS - Kondisi cuaca di Surabaya pada hari ini didominasi langit berawan sejak pagi hingga malam. Meski awan tampak menutupi langit, suhu udara tetap tergolong tinggi, berkisar antara 25 hingga 34 derajat Celsius. Situasi ini membuat hawa terasa lebih panas dibandingkan biasanya, terutama ketika memasuki siang hari.
Pada pagi hari, suhu relatif nyaman di angka 25–28 derajat Celsius. Namun, seiring waktu menuju siang, suhu meningkat cukup signifikan hingga mencapai puncaknya di 34 derajat Celsius.
Efek Awan Justru Perangkap Panas
Menariknya, kondisi berawan tidak selalu berarti cuaca lebih sejuk. Awan yang cukup tebal justru dapat menahan panas di permukaan, sehingga menciptakan efek gerah yang lebih terasa. Akibatnya, meskipun matahari tidak bersinar terik secara langsung, tubuh tetap merasakan suhu yang menyengat.
Hal ini perlu diwaspadai, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan seperti pekerja lapangan, pelajar, maupun wisatawan.
Kelembapan Tinggi Bikin Udara Makin Pengap
Selain suhu tinggi, tingkat kelembapan udara di Surabaya hari ini juga cukup tinggi, yakni berada di kisaran 56 hingga 94 persen. Kondisi ini membuat udara terasa lebih lembap dan cenderung pengap, terutama pada pagi dan malam hari.
Kombinasi antara suhu panas dan kelembapan tinggi membuat tubuh lebih mudah berkeringat dan cepat lelah. Oleh karena itu, pemilihan pakaian yang ringan dan mudah menyerap keringat menjadi penting untuk menjaga kenyamanan sepanjang hari.
Tips Aman Beraktivitas di Cuaca Panas Berawan
Agar tetap sehat dan produktif di tengah kondisi cuaca seperti ini, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan:
- Pilih waktu pagi atau sore untuk aktivitas luar ruangan
- Gunakan pelindung seperti topi, payung, atau sunscreen
- Perbanyak minum air putih agar tidak dehidrasi
- Istirahat cukup jika tubuh mulai terasa lelah
Secara keseluruhan, cuaca Surabaya hari ini meski berawan tetap terasa panas dengan suhu tinggi dan kelembapan yang signifikan. Tanpa hujan, panas justru lebih terasa menyengat. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk menyesuaikan aktivitas agar tetap nyaman dan terhindar dari risiko kesehatan.
Editor : Mahendra Aditya