Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Duka di Balik Jas Putih: Dokter Internship FK Unsri Wafat, Diduga Akibat Eksploitasi Kerja saat Sakit

Ghina Nailal Husna • Sabtu, 2 Mei 2026 | 18:45 WIB
Dokter Internship FK Unsri Wafat, Diduga Akibat Eksploitasi Kerja saat Sakit
Dokter Internship FK Unsri Wafat, Diduga Akibat Eksploitasi Kerja saat Sakit

 

RADAR KUDUS – Kabar duka yang menyayat hati datang dari dunia medis Indonesia. Seorang dokter muda yang tengah menjalani program pengabdian negara, dr. Myta Aprilia Azmy, dilaporkan mengembuskan napas terakhir pada Jumat (1/5/2026).

Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (FK Unsri) ini meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan intensif di RSUP Dr. Mohammad Hoesin, Palembang.

Kepergian dr. Myta tidak hanya menyisakan duka mendalam, tetapi juga memicu gelombang kemarahan publik.

Baca Juga: Tragedi di Ujung Pengabdian: Dokter Internship FK Unsri Meninggal Dunia, Diduga Akibat Eksploitasi dan Perundungan

Pasalnya, muncul dugaan kuat bahwa almarhumah dipaksa untuk tetap bertugas meski kondisi kesehatannya tengah memburuk drastis selama menjalani masa internship di RSUD KH Daud Arif, Kuala Tungkal.

Informasi yang viral di berbagai platform media sosial menyebutkan bahwa dr. Myta tetap menjalankan tanggung jawab profesinya di rumah sakit tersebut meski didera demam tinggi dan sesak napas berat.

Tekanan kerja yang tinggi diduga membuat almarhumah tidak memiliki pilihan selain tetap berada di garda terdepan pelayanan, hingga akhirnya kondisi fisiknya mencapai titik kritis.

Netizen di media sosial, khususnya akun komunitas medis seperti @medicstory, ramai-ramai menyampaikan belasungkawa sekaligus mengecam sistem kerja yang dianggap tidak manusiawi.

"Semoga amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan," tulis salah satu unggahan yang memicu ribuan komentar bernada serupa pada Sabtu (2/5/2026).

Menanggapi tragedi ini, Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (IKA FK Unsri) tidak tinggal diam.

Mereka secara resmi mengeluarkan pernyataan sikap yang mengungkap adanya indikasi pelanggaran serius di tempat almarhumah bertugas.

Dalam surat resminya, IKA FK Unsri menyoroti beberapa poin krusial:

1. Beban Kerja Tidak Manusiawi: Adanya dugaan durasi kerja yang melampaui batas kewajaran bagi dokter magang.

2. Kelalaian Medis dan Pengabaian: Almarhumah diduga tidak mendapatkan diskresi atau izin istirahat meskipun menunjukkan gejala medis yang mengkhawatirkan.

3. Minimnya Perlindungan Kesehatan: Kegagalan sistem pendukung dalam memantau kesehatan para dokter muda yang sedang bertugas.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal belum memberikan klarifikasi atau keterangan resmi terkait tuduhan eksploitasi kerja tersebut.

Baca Juga: Gubernur BI Sebut Rupiah "Undervalued": Masuk Jajaran Mata Uang Terlemah Dunia Namun Fundamental Tetap Kokoh

Bungkamnya pihak rumah sakit justru semakin memicu desakan dari masyarakat sipil dan organisasi profesi agar Kementerian Kesehatan segera turun tangan melakukan investigasi menyeluruh.

Tragedi dr. Myta menjadi pengingat pahit tentang perlunya reformasi dalam program internship kedokteran di Indonesia. 

Perlindungan terhadap hak-hak dasar tenaga medis, terutama mereka yang sedang dalam masa pendidikan atau pengabdian, harus menjadi prioritas agar pengabdian demi kemanusiaan tidak lagi harus dibayar dengan nyawa. (*)

Editor : Ghina Nailal Husna
#Dokter internship #FK Unsri #dr Myta Aprilia Azmy #RSUD KH Daud Arif #Eksploitasi Tenaga Medis