Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Sinyal Diduga Error Sebelum Tabrakan KRL–Argo Bromo Anggrek, Masinis Ungkap Detik-Detik Mencekam di Bekasi Timur

Ali Mustofa • Rabu, 29 April 2026 | 12:14 WIB
Nofiandi, masinis KA Argo Bromo Anggrek. (YouTube Trainspotter ID)
Nofiandi, masinis KA Argo Bromo Anggrek. (YouTube Trainspotter ID)

RADAR KUDUS – Peristiwa tabrakan kereta yang melibatkan KRL tujuan Cikarang dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam masih menyisakan berbagai pertanyaan.

Di tengah kepanikan yang terjadi saat kejadian, muncul dugaan adanya gangguan teknis pada sistem persinyalan.

Momen menegangkan tersebut sempat terekam dalam siaran langsung kanal YouTube “Trainspotter ID” yang kebetulan berada di dalam rangkaian KA Argo Bromo Anggrek saat benturan terjadi.

Dalam rekaman itu terdengar percakapan antara pewawancara dengan masinis kereta, Nofiandi.

Dugaan Gangguan Sinyal Sebelum Benturan

Nofiandi mengaku merasakan adanya kejanggalan pada sistem persinyalan sesaat sebelum kecelakaan terjadi.

Ia menegaskan bahwa insiden tersebut bukan disebabkan miskomunikasi antarpihak, melainkan diduga karena adanya kesalahan pada sinyal.

Menurutnya, perubahan warna sinyal yang terjadi sebelum tabrakan terasa tidak wajar.

Ia menyebutkan bahwa informasi dari Pusat Kendali sempat menyampaikan adanya KRL yang berhenti karena menabrak kendaraan di perlintasan.

Namun sebelum informasi tersebut diterima sepenuhnya, sinyal mendadak berubah menjadi merah.

Masinis juga mengungkapkan bahwa kecepatan kereta saat itu tergolong tinggi, yakni sekitar 110 kilometer per jam sebelum akhirnya terjadi benturan.

Korban Jiwa dan Penanganan Pemerintah

Pemerintah segera melakukan langkah penanganan pascakecelakaan.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menyampaikan pembaruan data korban saat meninjau lokasi pada Selasa (28/4).

Hingga siang hari, tercatat 15 orang meninggal dunia dan 88 lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Tiga korban yang sempat terjepit berhasil dievakuasi dan kini masih mendapatkan penanganan medis.

Saat ini, PT KAI masih melakukan proses evakuasi gerbong yang terdampak, termasuk gerbong khusus perempuan yang masih berada di jalur rel.

Proses evakuasi ini menjadi tahapan penting sebelum jalur kereta dapat kembali dioperasikan secara normal.

Investigasi dan Upaya Pencegahan

Menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto yang telah meninjau lokasi kejadian, pemerintah menegaskan komitmen untuk memperbaiki sistem keselamatan perkeretaapian.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah diberi mandat penuh untuk melakukan investigasi secara terbuka dan menyeluruh.

Selain itu, pemerintah juga berencana mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung keselamatan, termasuk flyover di perlintasan sebidang yang rawan kecelakaan.

Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan keamanan perjalanan kereta dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Editor : Ali Mustofa
#gangguan teknis #tabrakan kereta #argo bromo anggrek #bekasi #kecelakaan