Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

El Nino “Godzilla” 2026: Musim Kemarau Lebih Panjang, Ini Dampaknya

Anita Fitriani • Senin, 13 April 2026 | 14:01 WIB
Ilustrasi kemarau yang diakibatkan dari El Nino Godzilla (Foto: Istock)
Ilustrasi kemarau yang diakibatkan dari El Nino Godzilla (Foto: Istock)

 

 

RADAR KUDUS — Indonesia diambang ancaman cuaca ekstrem tahun 2026 setelah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperingatkan kemunculan fenomena El Nino kuat yang dijuluki “El Nino Godzilla”.

Fenomena ini diprediksi mulai terasa pada April 2026 dan berpotensi memperpanjang musim kemarau, menurunkan curah hujan, serta meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah. 

Apa Itu El Nino “Godzilla” 2026?

El Nino “Godzilla” merujuk pada fase El Nino dengan intensitas sangat kuat yang memicu perubahan besar pada pola cuaca global. Fenomena ini dipicu oleh pemanasan suhu laut di Pasifik bagian tengah dan timur yang kemudian mengganggu sirkulasi udara dan pola hujan di berbagai belahan dunia. 

Di Indonesia, kemunculan El Nino ini juga diperkuat oleh fase Indian Ocean Dipole (IOD) positif di Samudra Hindia, sehingga efeknya pada kemarau dan curah hujan menjadi lebih berat dibandingkan kondisi normal. 

Baca Juga: Stok Beras Capai 4,5 Juta Ton, Pemerintah Jamin Pasokan Aman di Tengah Ancaman El Nino

Dampak Langsung di Indonesia

Model iklim global menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia berpotensi mengalami penurunan curah hujan signifikan hingga Oktober 2026.

Kondisi ini akan memperpanjang musim kemarau, membuat udara lebih panas, dan mengurangi jumlah hari hujan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. 

Dampak nyata yang menjadi perhatian utama meliputi:

Baca Juga: Wilayah Terdampak El Nino “Godzilla”: Jawa, Bali, NTB, dan NTT Diminta Siaga

Di sisi lain, beberapa wilayah timur laut Indonesia seperti Sulawesi, Halmahera, dan Maluku justru berpotensi mengalami curah hujan lebih tinggi, sehingga risiko banjir dan tanah longsor juga tak bisa diabaikan. 

Implikasi Ekonomi dan Sosial

Dampak El Nino “Godzilla” juga dirasakan di sektor energi, terutama pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Penurunan debit sungai dan mata air akibat kemarau panjang dapat mengganggu kapasitas produksi listrik, yang pada gilirannya berisiko memicu fluktuasi pasokan dan tekanan biaya energi. 

Di sektor pertanian, petani rawan menghadapi gagal panen atau kualitas produksi yang menurun, terutama untuk komoditas pangan utama seperti padi, jagung, dan palawija.

Baca Juga: Mentan: 4,6 Juta Ton Beras Tersedia, Indonesia Siap Hadapi Musim Kemarau 2026

Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi ini berpotensi menimbulkan tekanan inflasi pangan dan meningkatkan kerentanan masyarakat miskin terhadap krisis pangan. 

Peringatan dan Upaya Kesiapsiagaan

BRIN dan lembaga iklim lainnya telah mengimbau pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kemarau ekstrem 2026.

Langkah yang dianjurkan antara lain memperbaiki sistem pengelolaan air, memperkuat reservoir dan sumur resapan, serta mempercepat penanganan titik api di kawasan rawan karhutla. 

Di tingkat masyarakat, publik dianjurkan untuk mulai menerapkan hemat air, memperbaiki saluran air, dan memastikan kesiapan cadangan air bersih untuk menghadapi periode tanpa hujan yang lebih lama.

Baca Juga: Apa Itu El Nino Godzilla? Fenomena Iklim Ekstrem yang Mengancam Dunia

Kolaborasi antara pemerintah, peneliti, dan komunitas lokal dinilai penting untuk memitigasi risiko dan meminimalkan dampak El Nino “Godzilla” 2026 bagi kehidupan dan ekonomi. 

Dengan kemunculan El Nino “Godzilla” yang diperkirakan berlangsung sepanjang 2026, Indonesia dihadapkan pada ujian baru dalam mengelola sumber daya air, pangan, dan lingkungan.

Apabila mitigasi dan adaptasi diterapkan secara cepat dan terkoordinasi, maka dampak negatif fenomena iklim raksasa ini dapat ditekan, sementara kesiapsiagaan jangka panjang akan menjadi kunci menghadapi ancaman perubahan iklim yang semakin sering di masa depan. (*)

Editor : Anita Fitriani
#El Nino Godzilla #dampak el nino godzilla #el nino #kekeringan #musim kemarau