RADAR KUDUS – Rismon Sianipar mengaku mulai mengetahui adanya sosok yang diduga berperan di balik polemik ijazah Joko Widodo.
Ia menegaskan, figur yang dimaksud bukan Jusuf Kalla, yang belakangan ikut dikaitkan dalam isu tersebut.
Pengakuan itu disampaikan Rismon setelah berbincang dengan Andi Azwan.
Ia menyebut mulai menyadari adanya pihak tertentu setelah berdiskusi dengan sejumlah narasumber yang sebelumnya tampil dalam program televisi membahas polemik tersebut.
Rismon mengungkap pernah menegur dua narasumber karena dinilai terlalu keras saat menyampaikan pernyataan di televisi.
Dari percakapan tersebut, ia mengaku mendapat pengakuan bahwa pernyataan itu disampaikan atas arahan sosok yang ia sebut sebagai “aktor tersembunyi”.
Dari situ, ia menilai polemik yang berkembang tidak sekadar persoalan pribadi, melainkan telah mengarah pada kepentingan politik tertentu.
Ia merasa dirinya hanya dimanfaatkan sebagai alat dalam agenda tersebut dan bisa ditinggalkan kapan saja jika tidak lagi diperlukan.
Selain itu, Rismon menyoroti adanya peran pihak hukum yang menurutnya bergerak atas arahan orang lain, meski tidak secara resmi mewakili dirinya.
Ia juga meminta dua pihak berinisial AK dan AG untuk jujur terkait siapa yang mengarahkan langkah mereka dalam polemik ini.
Ia bahkan menyinggung pertemuan empat orang di sebuah rumah makan kawasan Menteng yang dianggap sebagai momen penting dalam memahami arah persoalan tersebut.
Dalam pertemuan itu, kata Rismon, dua orang disebut sempat meminta maaf karena pernyataan keras di televisi dibuat atas arahan sosok tertentu.
Rismon juga menegaskan dirinya tidak memiliki kedekatan khusus dengan Roy Suryo maupun Tifa Tasyi.
Ia menyebut pertemuan mereka hanya berlangsung beberapa jam dalam sepekan, berbeda dengan narasi yang beredar seolah mereka sering bertemu.
Ia mengaku telah meminta penyidik untuk menelusuri pihak pendana serta aktor intelektual yang diduga berada di balik polemik tersebut.
Di sisi lain, Jusuf Kalla membantah tegas tuduhan yang menyebut dirinya ikut mendanai gerakan tersebut.
Ia menyatakan tidak pernah bertemu maupun mengenal Rismon secara pribadi.
Ia hanya mengakui mengenal Roy Suryo karena latar belakangnya sebagai mantan pejabat negara dan meminta agar tuduhan yang beredar dibuktikan secara jelas.
Editor : Ali Mustofa