Zulhas Tinjau MBG di Jepara, 97 Persen Sekolah Umum Sudah Terlayani, Madrasah Masih Terkendala Data

M. Khoirul Anwar • Dipublikasikan Selasa, 10 Maret 2026 | 15:33 WIB

Photo
Photo

JEPARA - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meninjau langsung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah menengah atas/sederajat di Kabupaten Jepara, Selasa (10/3/2026).

Dalam kunjungan kerja tersebut, Menko Pangan didampingi Bupati Jepara Witiarso Utomo, Wakil Bupati Ibnu Hajar, serta jajaran pemerintah daerah.

Tiga sekolah yang dikunjungi yakni SMA Negeri 1 Jepara, SMK Negeri 3 Jepara, dan MAN 1 Jepara.

Zulkifli Hasan memastikan pelaksanaan program MBG di sekolah-sekolah umum berjalan dengan baik dan sesuai standar gizi yang telah ditetapkan pemerintah.

“Semua senang, semua bergembira. Anak-anak senang menerima makanan bergizi ini,” ujarnya usai berdialog dengan para siswa.

Ia menjelaskan, secara nasional program MBG di sekolah umum, baik negeri maupun swasta, telah menjangkau hampir seluruh satuan pendidikan.

Sekitar 97 persen sekolah umum seperti SMP dan SMA sudah mendapatkan layanan program tersebut.

Namun, untuk sekolah berbasis agama seperti madrasah dan pondok pesantren, cakupan program masih lebih rendah, yakni sekitar 10 hingga 20 persen.

Menurutnya, kendala utama terdapat pada persoalan pendataan siswa maupun santri.

“Untuk sekolah agama atau pondok, masalahnya terdapat pada data siswa dan santri. Kalau di SMP dan SMA, datanya sudah lengkap,” kata Zulhas.

Ia menambahkan, pemerintah mendorong percepatan pendataan agar madrasah dan pesantren segera dapat menerima program MBG.

Dalam kesempatan itu, Zulhas juga memberikan motivasi kepada para siswa mengenai pentingnya makanan bergizi.

Ia menjelaskan proses panjang makanan sebelum sampai ke meja makan, mulai dari produksi bahan pangan hingga pengolahan.

Melalui penjelasan tersebut, ia berharap para siswa dapat lebih menghargai makanan dan tidak membuang-buang makanan.

Sementara itu, Bupati Jepara Witiarso Utomo menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap pemenuhan gizi bagi pelajar di daerahnya.

Menurutnya, program MBG merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia sekolah.

“Program ini sangat baik karena menyasar langsung kebutuhan dasar anak-anak kita. Jika gizi mereka terpenuhi, proses belajar akan lebih optimal dan kualitas generasi muda Jepara bisa meningkat,” ujar Witiarso.

Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Jepara siap mendukung pelaksanaan program MBG agar dapat menjangkau seluruh sekolah, termasuk madrasah dan pondok pesantren.

Pemkab Jepara juga akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan instansi terkait untuk mempercepat proses pendataan siswa di lembaga pendidikan keagamaan.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara Akhsan Muhyiddin menyebutkan jumlah madrasah di Kabupaten Jepara mulai dari MI hingga MA mencapai sekitar 580 lembaga, baik negeri maupun swasta.

Dari jumlah tersebut, sekitar 90 persen madrasah telah mendapatkan layanan MBG, sedangkan sekitar 10 persen lainnya masih dalam proses pendataan dan penyesuaian program.

“Salah satunya MAN 1 Jepara yang hari ini didatangi Menko Bidang Pangan. Insyaallah setelah Lebaran sudah dapat karena sudah masuk data SPPG,” kata Akhsan.

Ia berharap seluruh madrasah di Jepara dapat segera menerima manfaat program unggulan Presiden Prabowo Subianto tersebut.

“Jika kebutuhan gizi siswa terpenuhi, tentu akan berdampak pada kualitas belajar dan prestasi mereka,” pungkasnya.

Editor : Ali Mustofa
SPPG Menko Pangan Zulkifli Hasan bergizi Mbg Zulkifli bupati jepara sekolah makanan SMAN 1 Jepara MAN 1 jepara SMKN 3 Jepara