Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Ditangkap KPK, Kekayaan Fantastis Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Jadi Perbincangan

Ali Mustofa • Selasa, 3 Maret 2026 | 14:59 WIB

Bupati Pekalongan Fadia Arafiq. (Dok. Prokompim Kabupaten Pekalongan)
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq. (Dok. Prokompim Kabupaten Pekalongan)

RADAR KUDUS – Penangkapan Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, dalam operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada Selasa (3/3/2026) memicu perhatian luas.

Tak hanya soal perkara hukum yang menjeratnya, publik juga menyoroti besarnya total kekayaan yang tercatat atas namanya.

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 30 Maret 2025, Fadia melaporkan total harta bersih sekitar Rp85,6 miliar.

Angka tersebut menempatkannya sebagai salah satu kepala daerah dengan aset cukup besar di Jawa Tengah.

Baca Juga: Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Diamankan KPK, Sejumlah Ruang Pejabat Disegel

Sebagian besar kekayaan Fadia berasal dari kepemilikan tanah dan bangunan.

Dalam laporan tersebut, ia tercatat mempunyai 26 bidang properti yang tersebar di berbagai daerah, mulai dari Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Bogor, Depok, Semarang, Pekalongan, hingga Badung, Bali.

Total nilai aset tidak bergerak itu mencapai lebih dari Rp74 miliar.

Salah satu aset yang mencuri perhatian adalah tanah seluas 550 meter persegi di Bogor yang ditaksir bernilai sekitar Rp10 miliar.

Selain itu, terdapat sejumlah properti lain di kawasan strategis yang turut menyumbang porsi terbesar kekayaannya.

Di luar aset properti, Fadia juga memiliki sejumlah kendaraan dengan nilai total miliaran rupiah.

Baca Juga: Dua Periode Menjabat, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Kini Tersandung OTT KPK, Kasusnya Masih Dirahasiakan

Beberapa di antaranya termasuk Toyota Alphard tipe X serta Hyundai minibus. Nilai harta bergerak lainnya tercatat sekitar Rp3 miliar.

Tak hanya itu, dalam LHKPN juga disebutkan ia mempunyai kas dan setara kas lebih dari Rp10 miliar.

Meski demikian, terdapat pula kewajiban utang sekitar Rp3,2 miliar yang tercantum dalam laporan tersebut.

Pasca OTT, Fadia dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

Selain dirinya, sejumlah pihak lain di wilayah Pekalongan juga turut diamankan.

Baca Juga: OTT Ketujuh KPK 2026, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Diamankan Saat Ramadan

Juru Bicara KPK, Budi, menyampaikan bahwa tim mengamankan beberapa orang dan dalam waktu 1x24 jam akan ditentukan status hukumnya. Saat ini mereka masih berstatus sebagai terperiksa.

KPK masih mendalami perkara yang menjerat Fadia, termasuk kemungkinan keterkaitan antara aset-aset yang dilaporkan dengan dugaan tindak pidana korupsi.

Hingga kini, lembaga antirasuah belum membeberkan konstruksi perkara secara rinci.

Perempuan kelahiran Jakarta, 23 Mei 1978 ini menempuh pendidikan dasar hingga menengah di ibu kota. Ia meraih gelar doktor dari Universitas 17 Agustus 1945 Semarang.

Untuk jenjang sarjana, ia menyelesaikan studi di Universitas AKI pada program Manajemen.

Sementara pendidikan magisternya ditempuh di Universitas Stikubank pada periode 2015/2016.

Sebelum terjun ke dunia politik, Fadia sempat dikenal di dunia hiburan dan merilis lagu berjudul “Cik Cik Bum Bum” pada awal 2000-an. Ia merupakan putri dari pedangdut legendaris Ahmad Rafiq.

Karier politiknya dimulai saat menjabat sebagai Wakil Bupati Pekalongan periode 2011–2016 mendampingi Amat Antono.

Baca Juga: Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Terciduk OTT KPK, Langsung Diterbangkan ke Jakarta

Setelah itu, ia aktif di Partai Golkar dan memimpin DPD Partai Golkar Kabupaten Pekalongan.

Fadia kemudian terpilih sebagai Bupati Pekalongan hasil Pilkada 2020 dan kembali memenangkan kontestasi pada Pilkada 2024 untuk masa jabatan 2025–2030.

Kini, perjalanan politiknya memasuki babak baru setelah terseret OTT KPK.

Sambil menunggu kepastian status hukum dalam waktu dekat, perhatian publik masih tertuju pada perkembangan kasus serta rincian kekayaan yang dimilikinya.

Editor : Ali Mustofa
#kpk #bupati pekalongan #Fadia Arafiq #LHKPN #kekayaan