RADAR KUDUS – Kapal Motor (KM) Intim Teratai yang berlayar dari Pelabuhan Babang menuju Pelabuhan Bastiong, Ternate, dilaporkan mengalami kecelakaan laut hingga karam di perairan sekitar Pulau Makian, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, pada Selasa dini hari.
Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, menyampaikan bahwa tim penyelamat segera bergerak setelah menerima laporan dari salah satu penumpang kapal.
Pihaknya langsung menyiapkan personel serta peralatan evakuasi sebelum menuju lokasi kejadian menggunakan kapal KN SAR Pandudewanata.
Baca Juga: Imam Masjid Al-Aqsa Diamankan Polisi Israel, Situasi Yerusalem Memanas
Berdasarkan data awal, insiden terjadi di koordinat 0°20'58.00"N / 127°21'24.00"E atau sekitar 24,66 nautical mile dari Kota Ternate dengan radian 174,48 derajat.
KM Intim Teratai diketahui berangkat dari Pelabuhan Babang pada Senin (16/2) sekitar pukul 21.00 WIT dengan tujuan Pelabuhan Bastiong.
Namun, pada Selasa (17/2) sekitar pukul 04.45 WIT, kapal dilaporkan kandas dan dalam kondisi miring di perairan Pulau Makian.
Dalam situasi darurat tersebut, para penumpang segera menghubungi Kantor SAR Ternate untuk meminta bantuan evakuasi.
Hingga laporan ini disusun, tim penyelamat masih melakukan proses evakuasi terhadap penumpang yang berada di atas kapal.
Kondisi kapal yang karam serta lokasi kejadian di tengah perairan menjadi tantangan bagi tim di lapangan.
Sementara itu, jumlah korban masih dalam tahap pendataan. Tim SAR menyatakan akan terus memperbarui informasi sesuai perkembangan proses penyelamatan.
Baca Juga: Harga Emas Antam Melemah, Buyback Ikut Turun Jadi Rp2,706 Juta per Gram
Operasi pencarian dan evakuasi melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Kantor SAR Ternate, Polairud Polda Maluku Utara, Lanal Ternate, KPLP Ternate, serta keluarga korban yang turut memantau situasi di lokasi kejadian.
Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
Serta memberikan kesempatan kepada tim gabungan untuk menjalankan tugas penyelamatan secara optimal.
Saat ini, fokus utama operasi adalah memastikan seluruh penumpang dapat dievakuasi dengan selamat sekaligus mengantisipasi kemungkinan risiko lanjutan di sekitar lokasi kejadian.
Editor : Ali Mustofa