Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Serangan Israel ke Gaza Tewaskan 32 Orang Meski Gencatan Senjata Berlaku

Redaksi Radar Kudus • Senin, 2 Februari 2026 | 15:08 WIB
Israel kembali serang Gaza (instagram/@ussfeeds)
Israel kembali serang Gaza (instagram/@ussfeeds)

RADAR KUDUS - Meski Israel secara resmi telah tergabung dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) yang digagas Amerika Serikat, laporan terbaru menyebutkan bahwa negara tersebut tetap melancarkan serangan militer ke Jalur Gaza, Palestina, di tengah gencatan senjata yang masih berlaku.

Serangan ini menewaskan sedikitnya 32 orang, termasuk perempuan dan anak-anak, sebagaimana dilaporkan Agence France-Presse (AFP).

Mengutip laporan AFP pada Minggu (1/2), Badan Pertahanan Sipil Gaza yang dikelola Hamas menyatakan bahwa serangan terjadi pada Sabtu (31/1) dan menyasar wilayah Khan Younis di Gaza selatan.

Helikopter tempur Israel dilaporkan menargetkan tenda-tenda pengungsian yang digunakan warga sipil untuk bertahan hidup di tengah kondisi kemanusiaan yang semakin memburuk.

Padahal, gencatan senjata di Gaza telah diberlakukan sejak 10 Oktober tahun lalu dan saat ini telah memasuki fase kedua.

Kesepakatan tersebut diharapkan menjadi langkah awal menuju stabilitas dan pemulihan kemanusiaan di wilayah yang telah lama dilanda konflik.

Namun, serangan terbaru ini kembali memicu kekhawatiran internasional terkait komitmen para pihak terhadap penghentian kekerasan.

Otoritas setempat menyebut sebagian besar korban merupakan warga sipil yang tidak memiliki akses memadai terhadap perlindungan maupun fasilitas medis.

Hingga kini, otoritas kesehatan Gaza masih terus melakukan pendataan jumlah korban tewas dan luka-luka, sementara tim evakuasi dan penyelamatan bekerja di sejumlah titik terdampak serangan untuk mencari korban yang masih tertimbun puing atau terluka.

 

Di tingkat internasional, berbagai pihak mulai menyuarakan keprihatinan atas meningkatnya eskalasi kekerasan di Gaza.

Pemerintah Republik Indonesia turut menyampaikan kekhawatirannya. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa Indonesia akan terus berkomitmen mendorong perdamaian dan penyelesaian konflik secara adil.

“Bagaimanapun juga, kita akan terus berupaya mewujudkan perdamaian. Itu merupakan bagian dari komitmen bangsa Indonesia untuk membantu saudara-saudara kita di Gaza dan di Palestina,” ujar Prasetyo Hadi, dikutip dari akun resmi @cnnindonesia.

Indonesia selama ini secara konsisten menyerukan penghentian kekerasan, perlindungan terhadap warga sipil, serta penghormatan terhadap hukum humaniter internasional.

Pemerintah juga mendorong peran aktif komunitas global, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, untuk memastikan gencatan senjata benar-benar dijalankan dan bantuan kemanusiaan dapat masuk tanpa hambatan.

Situasi di Gaza hingga kini masih sangat rentan. Serangan yang terus terjadi di tengah gencatan senjata dikhawatirkan dapat memperburuk krisis kemanusiaan dan menggagalkan upaya diplomasi yang tengah berlangsung. (Ghina)

Editor : Ali Mustofa
#Gaza #Dewan Perdamaian #Israel #palestina