Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Terobosan Ilmuwan Spanyol Buka Harapan Baru Terapi Kanker Pankreas

Redaksi Radar Kudus • Senin, 2 Februari 2026 | 14:10 WIB
Dr. Mariano Barbacid: peneliti asal spanyol (instagram:@ussfeeds)
Dr. Mariano Barbacid: peneliti asal spanyol (instagram:@ussfeeds)

RADAR KUDUS - Dr. Mariano Barbacid, peneliti senior di Pusat Penelitian Kanker Nasional Spanyol (Centro Nacional de Investigaciones Oncológicas / CNIO), menarik perhatian dunia medis lewat riset terbarunya tentang kanker pankreas.

Ilmuwan yang telah mengabdikan puluhan tahun hidupnya untuk meneliti onkogen KRAS ini memimpin sebuah studi yang kini membuka harapan baru bagi penanganan salah satu jenis kanker paling mematikan.

Kanker pankreas dikenal sebagai kanker yang sangat agresif dan sulit disembuhkan. Penyakit ini sering terdeteksi pada stadium lanjut, sehingga pilihan terapi menjadi terbatas.

Tingkat kelangsungan hidup pasien pun tergolong rendah dibandingkan jenis kanker lainnya. Namun, temuan terbaru dari tim CNIO menghadirkan secercah harapan yang selama ini dinanti.

Dalam penelitian tersebut, tim yang dipimpin Barbacid berhasil menghilangkan tumor pankreas pada tikus percobaan dan mencegah kekambuhannya.

Keberhasilan ini dicapai melalui terapi kombinasi tiga obat yang bekerja secara bersamaan dan saling melengkapi.

Selama masa pemantauan, tumor tidak muncul kembali dan efek samping yang ditimbulkan tergolong minimal.

Menurut Barbacid, salah satu alasan utama kanker pankreas sulit diobati adalah kemampuan adaptasi sel kankernya yang sangat cepat.

Jika terapi hanya menyerang satu jalur, sel kanker akan segera menemukan jalur alternatif untuk bertahan hidup dan terus berkembang.

Karena itulah, pendekatan satu obat sering kali tidak memberikan hasil jangka panjang.

Dalam studi ini, para peneliti menargetkan jalur KRAS, mutasi gen yang menjadi pemicu sekitar 90 persen kasus kanker pankreas.

Jalur tersebut diserang dari tiga titik sekaligus, yaitu menggunakan inhibitor KRAS eksperimental, obat kanker paru-paru yang sudah lebih dulu disetujui untuk penggunaan klinis, serta agen penghancur protein khusus yang berfungsi melumpuhkan mekanisme pertahanan sel kanker.

Pendekatan multi-target ini terbukti efektif. Pada tiga model hewan yang digunakan, tumor pankreas menghilang sepenuhnya tanpa tanda-tanda kekambuhan.

Lebih menggembirakan lagi, kombinasi terapi ini tidak menimbulkan toksisitas berat, sebuah tantangan besar dalam pengembangan obat kanker.

Meski hasilnya sangat menjanjikan, para peneliti menegaskan bahwa terapi ini belum siap untuk diuji pada manusia.

Penyempurnaan dosis, kombinasi obat, serta pemahaman lebih mendalam tentang potensi efek jangka panjang masih diperlukan.

Proses menuju uji klinis pada manusia diperkirakan akan memakan waktu dan membutuhkan kehati-hatian tinggi.

Namun demikian, temuan ini dianggap sebagai langkah besar dalam penelitian kanker pankreas.

Studi tersebut memberikan arah yang lebih jelas bagi pengembangan terapi masa depan dan membuka kemungkinan bahwa kanker pankreas, yang selama ini dikenal hampir tak terkalahkan, suatu hari nanti dapat dikendalikan secara efektif.

Bagi dunia medis, riset ini bukan sekadar kabar baik, melainkan fondasi penting menuju strategi pengobatan baru yang lebih agresif, presisi, dan berkelanjutan. (Ghina)

Editor : Ali Mustofa
#kanker #pankreas #Spanyol