JEPARA – Bupati Jepara H. Witiarso Utomo bersama Wakil Bupati Muhammad Ibnu Hajar menerima kunjungan kerja Ketua Komisi D DPRD Jawa Tengah Nur Saadah beserta jajaran anggota di Ruang Kerja Bupati, Senin (26/1/2026).
Pertemuan ini menjadi forum strategis untuk menyinergikan program ketahanan pangan, pengentasan kemiskinan, hingga percepatan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Jepara.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati yang akrab disapa Mas Wiwit menyampaikan apresiasi atas kunjungan perdana Komisi D DPRD Jateng di awal masa kepemimpinannya.
Ia memaparkan sejumlah capaian pembangunan, salah satunya optimalisasi bantuan Inpres Irigasi senilai Rp86 miliar yang telah rampung pada 2025 sebagai penguat sektor ketahanan pangan.
“Dengan infrastruktur irigasi yang sudah terbangun, kami menargetkan produktivitas pertanian meningkat dari 6 ton menjadi 6,5 ton per hektare,” ujar Mas Wiwit.
Ia menambahkan, peningkatan tersebut akan terus didorong secara bertahap hingga mencapai 8 ton per hektare dalam lima tahun ke depan, melalui pendampingan teknologi pertanian dan penguatan kapasitas petani.
Di sektor infrastruktur, Mas Wiwit menyoroti kondisi jalan provinsi yang menjadi jalur utama pergerakan ekonomi antarwilayah.
Dari total usulan anggaran sekitar Rp120 miliar pada tahun ini, baru terealisasi Rp7,9 miliar.
Ia berharap dukungan Komisi D DPRD Jateng dapat mempercepat realisasi usulan tersebut guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Selain perbaikan jalan, Pemkab Jepara juga menyiapkan rencana pelebaran ruas jalan alternatif Kedung–Wedung.
Rencana ini akan dikomunikasikan lebih lanjut dengan Pemerintah Kabupaten Demak sebagai upaya membuka akses baru menuju Ibu Kota Provinsi dan mengurangi ketergantungan pada satu jalur utama yang selama ini kerap menghambat arus investasi.
Mitigasi bencana turut menjadi perhatian serius, khususnya pascabencana banjir dan longsor di Desa Tempur yang sempat memutus akses warga.
“Di Tempur sempat terjadi banjir dan longsor yang membuat warga terisolasi. Kami mengusulkan akses alternatif melalui wilayah Sumanding, Kabupaten Pati, sebagai solusi jangka panjang,” jelas Mas Wiwit.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi D DPRD Jawa Tengah Nur Saadah memastikan bahwa alokasi aspirasi pembangunan untuk Kabupaten Jepara tergolong cukup tinggi, baik melalui Bantuan Keuangan Kabupaten maupun Desa.
“Untuk ruas jalan Jepara–Keling ada tambahan anggaran Rp7,9 miliar, serta sekitar Rp2,2 miliar untuk perawatan jalan yang mengalami kerusakan,” ungkapnya.
Nur Saadah juga memberikan apresiasi atas kinerja Pemerintah Kabupaten Jepara dalam menurunkan angka kemiskinan secara signifikan.
Saat ini, jumlah penduduk miskin di Jepara tercatat tersisa sekitar 2.000 jiwa, yang turut berkontribusi pada penurunan angka kemiskinan Provinsi Jawa Tengah.
Ia berharap sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi terus diperkuat demi pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Editor : Ali Mustofa