RADAR KUDUS - Indonesia kembali menegaskan eksistensinya di panggung internasional, kali ini melalui kedaulatan bahasa.
Pemerintah secara resmi melakukan standarisasi penamaan negara asing dalam bahasa Indonesia, termasuk penyesuaian ejaan untuk sejumlah negara seperti Thailand hingga Kyrgyzstan.
Kebijakan tersebut telah didaftarkan ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 2025 sebagai bagian dari penamaan geografis resmi Indonesia.
Langkah ini dikenal dengan istilah ONIM (penamaan geografis berbasis bahasa Indonesia), sebuah kebijakan yang bertujuan menata ulang penulisan nama negara asing agar sesuai dengan kaidah fonologi dan ortografi bahasa Indonesia.
Pemerintah menegaskan bahwa kebijakan ini bukanlah upaya memaksakan istilah kepada dunia internasional, melainkan bentuk penegasan bahwa bahasa Indonesia memiliki sistem penamaan yang mandiri, mapan, dan berdaulat.
Meski bersifat administratif dan internal, kebijakan tersebut sempat menimbulkan reaksi dari sejumlah pihak, termasuk warganet negara tetangga.
Padahal, standarisasi ini dilakukan demi kerapian dokumen negara dan konsistensi penulisan resmi.
Dalam daftar terbaru, sejumlah negara mengalami penyesuaian ejaan, seperti Paraguay menjadi Paraguay, Slovakia menjadi Slovakia, Slovenia menjadi Slovenia, Seychelles tetap Seychelles, dan Sierra Leone disesuaikan menjadi Sierra Leone sesuai kaidah bahasa Indonesia.
Menurut otoritas Indonesia, penyelarasan ini merupakan bagian dari upaya standarisasi penamaan geografis yang berbasis pada kaidah bahasa nasional dan daftar eksonim yang diajukan Indonesia kepada PBB.
Penyusunan daftar tersebut melibatkan kolaborasi lintas lembaga, mulai dari Badan Informasi Geospasial, Badan Bahasa, Kementerian Luar Negeri, hingga para ahli linguistik dan geografi.
Standarisasi ini telah dipresentasikan dalam forum United Nations Group of Experts on Geographical Names (UNGEGN) yang berlangsung di New York pada April–Mei 2025.
Inisiatif ini sejatinya telah diajukan Indonesia sejak 2019 dan diperkuat kembali pada 2024, dengan tujuan menyelaraskan penulisan nama negara asing dengan pelafalan lidah Indonesia tanpa menyimpang dari daftar resmi negara anggota PBB.
Kebijakan tersebut sekaligus menegaskan posisi bahasa Indonesia sebagai bahasa yang memiliki sistem penamaan sendiri di tingkat global.
Di tengah perbincangan lintas negara, isu ini juga memicu refleksi tentang pentingnya penguasaan bahasa nasional di kawasan Asia Tenggara.
Indonesia kerap dipandang berhasil dalam proses asimilasi bahasa, di mana bahasa nasional digunakan secara luas oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa meniadakan bahasa daerah.
Sejarah menunjukkan bahwa perbedaan ejaan bahasa Melayu dan bahasa Indonesia berakar dari masa kolonial.
Indonesia sempat menggunakan sistem ejaan Van Ophuijsen pada awal abad ke-20, sementara Malaysia mengembangkan sistem ejaan Za’ba pada 1930-an.
Upaya penyatuan baru benar-benar terwujud pada pertengahan abad ke-20 melalui Ejaan Yang Disempurnakan di Indonesia dan Ejaan Rumi Baharu di Malaysia.
Hingga kini, kerja sama penyeragaman bahasa terus dilakukan melalui Majelis Bahasa Brunei Darussalam–Indonesia–Malaysia (MABBIM).
Melalui standarisasi penamaan negara asing ini, Indonesia menegaskan bahwa kedaulatan bahasa merupakan cermin harga diri bangsa.
Pemerintah mengajak masyarakat untuk mendukung kebijakan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat administrasi nasional sekaligus memperkokoh posisi bahasa Indonesia di kancah internasional.
Daftar Ejaan Nama Negara Asing yang Diperbarui dalam Bahasa Indonesia
Afghanistan = Afganistan
Algeria = Aljazair
Andorra = Andora
Bahamas = Bahama
Bangladesh = Banglades
Belize = Beliza
Bhutan = Butan
Brazil = Brasil
Cabo Verde = Tanjung Hijau
Cambodia = Kamboja
Cameroon = Kamerun
Chad = Cad
Chile = Cili
China = Tiongkok
Cote d'lvoire = Pantai Gading
Cyprus = Siprus
Czechia = Ceko
France = Prancis
Greece = Yunani
Japan = Jepang
Korea, Republic of = Korea Selatan
Marshall Islands = Kepulauan Marsal
North Macedonia = Masedonia Utara
Paraguay = Paraguai
Seychelles = Seisel
Slovakia = Slowakia
Switzerland = Swis
Thailand = Tailan
Uruguay = Uruguai
(Ghina Nailal Husna)
Editor : Ali Mustofa