RADAR KUDUS - RDMP Balikpapan resmi beroperasi sebagai kilang terbesar di Indonesia. yang baru saja diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada awal Januari 2026, menandakan langkah penting dalam mencapai kemandirian energi nasional.
Proyek ini dikelola oleh PT Kilang Pertamina Balikpapan dengan total investasi mencapai Rp 126 triliun, yang akan memenuhi sekitar 22-25% dari kebutuhan BBM dalam negeri.
Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) ini meningkatkan kapasitas pengolahan minyak mentah dari 260. 000 barel sehari menjadi 360. 000 barel sehari, dilengkapi dengan fasilitas utama seperti Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) yang mulai beroperasi pada November 2025.
RDMP juga terhubung dengan infrastruktur pendukung seperti pipa gas Senipah yang memiliki panjang 78 km, dermaga terapung Single Point Mooring (SPM), dan Terminal BBM Tanjung Batu dengan kapasitas 125.000 KL untuk mendistribusikan ke wilayah Indonesia Timur.
Dampaknya sangat signifikan bagi ekonomi Balikpapan, dengan melibatkan 24.000 pekerja selama masa konstruksi yang mendorong perputaran ekonomi melalui pengeluaran harian, transportasi, dan layanan lokal, serta mendorong peningkatan PDRB per kapita hingga Rp 214 juta pada tahun 2024.
RDMP Balikpapan menghemat devisa negara sekitar Rp 60 triliun per tahun karena mengurangi impor BBM dan berkomitmen pada lingkungan melalui standar Euro V dan tujuan Net Zero Emission.
Proyek Strategis Nasional ini menjadi salah satu pilar Asta Cita pemerintah, memperkuat ketahanan energi serta menciptakan peluang kerja yang berkelanjutan bagi masyarakat. Keberhasilan ini menjadi contoh inspiratif untuk proyek-proyek energi di masa depan. (Anita Fitriani)
Editor : Mahendra Aditya