Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Usai Tangkap Nicolás Maduro, Inilah Presiden Negara Target AS Selanjutnya

Ali Mustofa • Senin, 5 Januari 2026 | 14:49 WIB
Tangkapan layar - Laman platform Truth Social milik Presiden AS Donald Trump menyiarkan foto Presiden Venezuela Nicolas Maduro yang ditangkap .
Tangkapan layar - Laman platform Truth Social milik Presiden AS Donald Trump menyiarkan foto Presiden Venezuela Nicolas Maduro yang ditangkap .

RADAR KUDUS – Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan ancaman kepada Presiden Kolombia Gustavo Petro menyusul operasi militer Amerika Serikat di Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolás Maduro.

Pernyataan keras itu disampaikan Trump kepada awak media saat berada di pesawat kepresidenan Air Force One, Minggu (4/1) malam.

Dalam keterangannya, Trump melontarkan kritik tajam terhadap kondisi Venezuela dan Kolombia. Ia menyebut kedua negara tersebut berada dalam keadaan buruk.

Baca Juga: Pemerintah Venezuela Upayakan Pembebasan Maduro Usai Ditangkap AS

Trump bahkan menuding Presiden Kolombia Gustavo Petro sebagai pemimpin bermasalah yang terlibat dalam produksi dan perdagangan narkoba ke Amerika Serikat.

“Venezuela sedang dalam kondisi sangat parah. Kolombia juga sama buruknya, dipimpin oleh orang yang tidak waras dan memproduksi kokain untuk dijual ke Amerika Serikat,” ujar Trump, seperti dikutip Al Jazeera. Ia menambahkan bahwa kondisi tersebut, menurutnya, tidak akan berlangsung lama.

Saat ditanya apakah pernyataannya mengarah pada kemungkinan operasi militer Amerika Serikat terhadap Kolombia, Trump menjawab singkat, “Terdengar baik bagi saya,” yang kian memicu spekulasi soal eskalasi ketegangan di kawasan Amerika Latin.

Trump juga menyinggung situasi di Kuba. Menurutnya, intervensi militer Amerika Serikat terhadap negara tersebut tidak diperlukan karena Kuba dinilai berada di ambang kehancuran ekonomi.

Ia menyebut negara itu hampir tidak memiliki sumber pendapatan.

“Kuba tampak siap runtuh. Saya tidak tahu bagaimana mereka bisa bertahan, karena saat ini Kuba hampir tidak memiliki pemasukan,” kata Trump. I

a menambahkan bahwa sebagian besar pendapatan Kuba selama ini bergantung pada Venezuela, khususnya dari sektor minyak, yang kini diklaim akan berada di bawah kendali Amerika Serikat.

Baca Juga: Lubang Raksasa Muncul di Persawahan Limapuluh Kota Sumbar, Ahli Geologi Buka Suara

Sementara itu, pemerintah Venezuela bergerak cepat merespons penangkapan Presiden Nicolás Maduro.

Menteri Informasi dan Komunikasi Venezuela, Freddy Nanez, menyatakan bahwa pemerintah telah membentuk komisi khusus tingkat tinggi untuk mengupayakan pembebasan Maduro dan istrinya.

“Dalam rapat Dewan Menteri hari ini, presiden sementara memutuskan pembentukan komisi tingkat tinggi guna memperjuangkan pembebasan Presiden Nicolás Maduro dan istrinya,” kata Nanez dalam pernyataan resmi yang disiarkan melalui Telegram, Senin (5/1).

Komisi tersebut dipimpin oleh Ketua Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodríguez, dan akan mengoordinasikan berbagai langkah politik serta diplomatik terkait penahanan tersebut.

Penangkapan Presiden Venezuela sebelumnya dikonfirmasi langsung oleh Trump melalui unggahan di platform Truth Social.

Baca Juga: Sawah Warga Mendadak Ambles, Sinkhole Berdiameter Puluhan Meter Gegerkan Warga Sumbar

Trump membagikan foto yang memperlihatkan Maduro mengenakan pakaian olahraga, dengan mata tertutup dan headphone terpasang di telinganya.

Pada hari yang sama, Trump mengumumkan bahwa Amerika Serikat telah melancarkan operasi militer berskala besar di Venezuela yang berujung pada penangkapan Maduro.

Pemerintah Venezuela pun bereaksi keras. Kementerian Luar Negeri Venezuela menyatakan akan membawa kasus ini ke forum internasional serta mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menggelar rapat darurat.

Menteri Pertahanan Venezuela, Vladimir Padrino, mengungkapkan bahwa operasi militer Amerika Serikat telah menyebabkan tewasnya sebagian besar tim pengamanan Presiden Maduro.

Dalam pidato yang disiarkan televisi nasional pada Minggu (4/1), Padrino menuduh pasukan AS bertindak kejam dan menyebabkan jatuhnya korban dari kalangan pengawal presiden, prajurit, serta warga sipil.

Namun, ia tidak membeberkan jumlah korban secara rinci.

Padrino juga menegaskan bahwa Nicolás Maduro merupakan pemimpin yang sah dan autentik bagi Venezuela.

Pernyataan tersebut disampaikan sehari setelah Trump menyebut bahwa operasi militer AS pada Sabtu (3/1) berhasil menangkap Maduro dan istrinya, Cilia Flores.

Baca Juga: Pantauan Sahabat Pegadaian, Harga Emas Galeri24 dan UBS Tak Bergerak

Trump bahkan menyatakan kesiapannya untuk menempatkan pasukan Amerika Serikat guna mengendalikan situasi di Venezuela untuk sementara waktu jika dianggap perlu.

Ia menuduh Maduro terlibat dalam pengawasan pengiriman narkoba ke Amerika Serikat serta mempertahankan kekuasaan melalui praktik kecurangan pemilu.

Maduro, yang kini ditahan di sebuah fasilitas penahanan di New York sambil menunggu dakwaan terkait kasus narkotika, membantah seluruh tuduhan tersebut.

Para pejabat Venezuela pun menyerukan pembebasan segera terhadap presiden dan istrinya.

Padrino turut menuntut agar Maduro dan Cilia Flores segera dibebaskan.

Baca Juga: Bapanas Catat Penurunan Harga Sejumlah Komoditas Pangan

Ia meminta perhatian dunia internasional terhadap apa yang disebutnya sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan dan konstitusi Venezuela.

“Kami meminta dunia internasional untuk mencermati dengan serius apa yang sedang terjadi terhadap Venezuela, terhadap kedaulatan dan konstitusinya,” ujar Padrino.

Pasca penangkapan Maduro, Mahkamah Agung Venezuela memerintahkan Wakil Presiden Delcy Rodríguez untuk segera mengambil alih tugas sebagai presiden sementara.

Padrino menyatakan bahwa angkatan bersenjata Venezuela memberikan dukungan penuh kepada Rodríguez.

Ia juga menegaskan dukungan militer terhadap pemberlakuan Dekret Keadaan Darurat Eksternal di seluruh wilayah Venezuela.

Menurutnya, angkatan bersenjata akan terus mengerahkan seluruh kemampuan yang dimiliki demi menjaga keamanan nasional, ketertiban dalam negeri, serta stabilitas dan perdamaian negara.

Editor : Ali Mustofa
#narkoba #donald trump #venezuela #kolombia