RADAR KUDUS – Hingga hari kelima pascaledakan di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara, tercatat sebanyak 28 korban masih menjalani perawatan medis di sejumlah rumah sakit.
Dari jumlah tersebut, tiga orang di antaranya mengalami luka berat dan masih dirawat secara intensif oleh tim medis.
Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri mengungkapkan bahwa total korban akibat insiden ledakan tersebut mencapai 96 orang.
Jumlah ini mengalami peningkatan cukup signifikan dibandingkan data awal pada hari kejadian, Jumat (7/11), ketika hanya 54 korban yang tercatat dirawat di tiga rumah sakit.
“Jumlah korban memang bertambah sedikit dari data sebelumnya. Hal ini karena beberapa siswa baru melapor mengalami luka dan gangguan pendengaran beberapa hari setelah kejadian,” ujar Asep dalam keterangannya, Selasa (11/11).
Dari total 96 korban, 67 orang mengalami luka ringan, 26 luka sedang, dan 3 luka berat. Para korban kini dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan.
Yakni RS Islam Cempaka Putih, RS Yarsi, RS Pertamina, Balai Kesehatan Lantamal, Puskesmas Kelapa Gading, serta RS Polri Kramat Jati.
Hingga siang tadi, sebanyak 68 korban telah diperbolehkan pulang karena kondisi mereka dinilai membaik.
Sementara itu, 28 korban lainnya masih dirawat di rumah sakit. Rinciannya, 13 orang di RS Islam Cempaka Putih, 14 orang di RS Yarsi, dan satu orang di RS Polri Kramat Jati.
Baca Juga: K.H. Sholeh Darat, Sang Guru Ulama Besar yang Didorong Jadi Pahlawan Nasional
“Adapun seluruh pasien di RS Pertamina, Balai Kesehatan Lantamal, dan Puskesmas Kelapa Gading sudah dinyatakan pulih dan kembali ke rumah masing-masing,” lanjut Asep.
Satu korban yang kini dirawat di RS Polri Kramat Jati diketahui merupakan terduga pelaku berinisial F, yang masih berstatus anak di bawah umur.
Sebelumnya, F sempat menjalani operasi medis sebelum akhirnya dipindahkan ke rumah sakit milik Polri tersebut.
“Penanganan terhadap F kini dilakukan oleh RS Polri Kramat Jati untuk kepentingan pemulihan serta proses penyidikan,” tambahnya.
Editor : Ali Mustofa