Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Presiden Prabowo Turun Langsung Musnahkan 2,1 Ton Narkoba, Bukti Komitmen Pemerintah Berantas Narkotika

Ali Mustofa • Kamis, 30 Oktober 2025 | 21:49 WIB
Presiden Prabowo Subianto dalam acara pemusnahan narkoba di Mabes Polri
Presiden Prabowo Subianto dalam acara pemusnahan narkoba di Mabes Polri

RADAR KUDUS – Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Iwan Setiawan menilai kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam kegiatan pemusnahan barang bukti narkoba di Mabes Polri, Rabu (29/10).

Hal ini merupakan sinyal kuat bahwa negara benar-benar serius memerangi kejahatan narkotika.

Menurut Iwan, langkah Presiden turun langsung ke lokasi bukan sekadar seremoni, melainkan bukti nyata komitmen moral dan politik dalam memberantas penyalahgunaan narkoba.

Baca Juga: Polresta Pati Kerahkan Ribuan Pasukan, Pastikan Sidang Hak Angket DPRD Berjalan Aman

“Ini menunjukkan bahwa Presiden Prabowo tidak hanya memberi instruksi, tapi juga hadir di lapangan memastikan pesan perang melawan narkoba tersampaikan jelas ke masyarakat,” ujarnya di Jakarta, Kamis (30/10).

Ia menambahkan, sejak awal masa kepemimpinan, Prabowo memperlihatkan gaya memimpin yang tegas dan partisipatif, tidak hanya memerintah dari balik meja, melainkan turun langsung untuk menggerakkan aparat dan menegaskan arah kebijakan.

“Presiden ingin memberi pesan bahwa ia akan berada di garda terdepan dalam menghadapi ancaman narkoba. Ini bukan sekadar isu hukum, tapi juga perjuangan moral untuk menyelamatkan masa depan generasi bangsa,” kata Iwan.

Dalam pandangannya, langkah tersebut sekaligus menggambarkan keberhasilan nyata pemerintahan Prabowo–Gibran di tahun pertama masa kerja.

Ia menyoroti data Polri yang telah menyita lebih dari 214 ton narkoba senilai hampir Rp30 triliun, serta menangkap 65 ribu pelaku sepanjang satu tahun terakhir.

“Capaian itu merupakan bukti bahwa kebijakan yang diambil bukan sekadar wacana, tapi berdampak konkret,” imbuhnya.

Iwan juga menilai keberanian Presiden dalam menangani kasus-kasus besar seperti korupsi Pertamina, tambang ilegal, dan penyitaan lahan sawit tanpa izin, memperlihatkan pola kepemimpinan yang tegas, disiplin, dan berpihak kepada kepentingan rakyat.

Baca Juga: Seni Diam: Ketika Keheningan Justru Membawa Kekuatan dan Kedamaian

“Kalau pola ini terus dipertahankan, Indonesia akan memiliki arah pemerintahan yang kuat, tidak hanya dari sisi keamanan, tapi juga dari moralitas dan ketegasan hukum,” tegasnya.

Menurutnya, momen ketika Presiden berdiri di barisan depan bersama jajaran Polri memiliki makna simbolis: negara tidak akan tunduk terhadap jaringan kejahatan narkoba.

“Kehadiran langsung Presiden di lapangan membuat publik percaya, negara benar-benar hadir. Dan para bandar tentu akan berpikir dua kali,” tandas Iwan.

Sementara itu, saat meninjau pemusnahan barang bukti di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Presiden Prabowo mengenakan baju safari cokelat muda.

Dalam pidatonya, ia menegaskan bahwa besarnya jumlah barang bukti yang dimusnahkan menunjukkan betapa seriusnya ancaman narkotika terhadap bangsa.

Baca Juga: Budaya Lokal Menggema di Sekolah, Siswa SMAN 1 Sumber Rembang Panen Pentas Ketoprak

“Jika tidak dicegah atau disita, narkoba sebanyak ini bisa digunakan oleh 629 juta orang, lebih dari dua kali jumlah penduduk Indonesia,” tegas Presiden.

Prabowo menyampaikan apresiasi tinggi kepada jajaran Polri atas keberhasilan mereka menggagalkan peredaran narkoba dalam jumlah besar.

“Saya berterima kasih dan memberikan penghargaan sebesar-besarnya kepada seluruh anggota Polri. Ini perjuangan besar demi menyelamatkan bangsa,” ujarnya.

Kegiatan tersebut menjadi simbol satu tahun implementasi kebijakan nyata Presiden Prabowo, yang menitikberatkan pada perlindungan generasi muda dari ancaman narkoba.

Sesuai arahan Presiden, Polri memimpin perang melawan narkoba secara menyeluruh, dari produksi hingga distribusi, tanpa kompromi.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menambahkan, pemberantasan narkoba bukan hanya soal hukum, melainkan juga perjuangan moral.

Melalui kolaborasi dengan BNN, Bea Cukai, Kejaksaan Agung, PPATK, BPOM, serta lembaga lain, ribuan kasus berhasil diungkap, membuktikan bahwa negara tidak tinggal diam.

Baca Juga: Polres Jakpus Kerahkan 1.597 Personel Amankan Demo Buruh dan Guru di Ibu Kota

Usai kegiatan simbolis bersama Presiden, Bareskrim Polri melanjutkan pemusnahan 2,1 ton narkotika di fasilitas PT Wastec Internasional, Cilegon, Banten, Kamis dini hari (30/10).

Kasubdit II Dittipidnarkoba Bareskrim Polri Kombes Pol Audie Camry Wibisono menjelaskan, barang bukti yang dimusnahkan merupakan hasil pengungkapan kasus selama periode Oktober 2024 hingga Oktober 2025.

“Yang kami musnahkan malam ini terdiri dari 1,33 ton sabu, 335 ribu butir ekstasi, 608 kilogram ganja, serta puluhan kilogram tembakau gorila, heroin, dan obat terlarang lainnya,” jelas Audie.

Ia menyebutkan, pemusnahan dilakukan sesuai ketentuan hukum karena barang bukti telah mendapat penetapan dari kejaksaan dan pengadilan.

Kegiatan ini juga menghadirkan sebelas tersangka untuk menyaksikan langsung proses pemusnahan.

Dijelaskan, PT Wastec dipilih karena berpengalaman dalam pengelolaan limbah B3 dengan fasilitas insinerator berkapasitas 1.200 kilogram per jam, jauh lebih besar dibandingkan fasilitas biasa.

Baca Juga: Operasi Besar Kepolisian Brasil Tewaskan Ratusan Orang, Termasuk Empat Polisi

“Suhu pembakaran mencapai di atas 1.000 derajat sehingga seluruh residu benar-benar musnah,” ujarnya.

Dalam periode satu tahun terakhir, Bareskrim dan Polda jajaran berhasil mengungkap 49.306 kasus narkoba dan menangkap 65.572 tersangka, dengan total barang bukti mencapai 214 ton bernilai lebih dari Rp29 triliun.

“Pemusnahan ini adalah tindak lanjut dari kebijakan Presiden untuk memastikan tidak ada ruang bagi jaringan narkotika di Indonesia,” pungkas Audie.

Editor : Ali Mustofa
#generasi muda #narkoba #masyarakat #Presiden Prabowo