Jakarta – Peta kekuasaan di Kabinet Merah Putih kembali berubah. Presiden Prabowo Subianto akhirnya meresmikan reshuffle kabinet yang sempat ramai diperbincangkan publik.
Dalam sebuah upacara penuh wibawa di Istana Negara, Rabu (17/9/2025), Prabowo melantik 11 pejabat baru yang akan memperkuat mesin pemerintahan.
Pelantikan ini menandai babak baru arah kebijakan pemerintahan Prabowo, yang ingin mempercepat eksekusi program strategis nasional menjelang dua tahun pertama masa jabatannya.
Sorotan utama tentu saja jatuh pada Djamari Chaniago yang dipercaya menduduki posisi krusial sebagai Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polkam), serta Erick Thohir yang kini resmi menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora).
Momentum Besar di Istana Negara
Acara pelantikan digelar dengan penuh khidmat. Presiden Prabowo memimpin langsung jalannya prosesi, membacakan sumpah jabatan yang kemudian diikuti seluruh pejabat yang dilantik.
Kalimat sumpah yang tegas dan lantang seolah menegaskan keseriusan mereka dalam mengemban amanah negara.
“Demi Allah saya bersumpah akan setia pada UUD 1945, menjalankan peraturan perundang-undangan dengan sebaik-baiknya, menjunjung etika jabatan, serta bekerja penuh tanggung jawab,” ucap para pejabat yang dilantik, serempak mengikuti Presiden.
Usai pembacaan sumpah, dilakukan penandatanganan berita acara. Prosesi ditutup dengan pengumandangan lagu Indonesia Raya dan ucapan selamat dari Presiden serta para menteri Kabinet Merah Putih yang hadir.
Daftar Lengkap Pejabat yang Dilantik
Berikut adalah nama-nama pejabat yang secara resmi dilantik Presiden Prabowo:
-
Djamari Chaniago – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polkam)
-
Erick Thohir – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora)
-
Muhammad Qodari – Kepala Kantor Staf Presiden
-
Ahmad Dofiri – Penasihat Khusus Presiden Bidang Keamanan dan Reformasi Kepolisian
-
Angga Raka Prabowo – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah
-
Afriansyah Noor – Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker)
-
Rohmat Marzuki – Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut)
-
Farida Faricha – Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop)
-
Naniek S Dayang – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN)
-
Sonny Sanjaya – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN)
-
Sarah Sadiqa – Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP)
Latar Belakang Reshuffle Kabinet
Pergantian ini bukanlah kejutan sepenuhnya. Pada 8 September 2025, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi telah mengumumkan adanya perombakan besar di lima pos kementerian strategis. Lima pejabat yang digantikan antara lain:
-
Menko Polkam Budi Gunawan
-
Menteri Keuangan Sri Mulyani
-
Menteri P2MI Abdul Kadir Karding
-
Menteri Koperasi Budi Arie
-
Menpora Dito Ariotedjo
Namun pada hari pengumuman tersebut, Presiden hanya melantik tiga menteri baru: Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan, Mukhtarudin sebagai Menteri P2MI, dan Ferry Juliantono sebagai Menteri Koperasi. Sementara itu, kursi Menko Polkam dan Menpora baru terisi hari ini.
Makna Politik di Balik Pelantikan
Pelantikan ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga membawa pesan politik yang kuat. Penunjukan Djamari Chaniago sebagai Menko Polkam diharapkan memperkuat koordinasi keamanan nasional di tengah situasi global yang dinamis.
Djamari dikenal sebagai sosok tegas dan berpengalaman dalam bidang politik dan keamanan.
Sementara itu, kembalinya Erick Thohir ke jajaran kabinet, kali ini sebagai Menpora, dipandang sebagai langkah strategis.
Erick diharapkan mampu mendorong kebangkitan prestasi olahraga nasional serta mengakselerasi persiapan Indonesia sebagai tuan rumah kejuaraan olahraga internasional.
Kehadiran Muhammad Qodari di posisi Kepala Staf Presiden juga menarik perhatian. Analis politik ini diyakini akan memberikan warna baru dalam strategi komunikasi pemerintah, memastikan pesan-pesan kebijakan sampai ke publik dengan lebih efektif.
Tantangan Berat Menanti
Meski euforia reshuffle terasa di Istana, para pejabat baru menghadapi tantangan yang tidak ringan.
-
Djamari Chaniago harus segera meredam potensi instabilitas politik dan memperkuat sinergi antara TNI, Polri, dan lembaga hukum.
-
Erick Thohir dihadapkan pada PR besar: memastikan pembinaan atlet dan federasi olahraga berjalan profesional menjelang Olimpiade 2028.
-
Muhammad Qodari harus menjaga komunikasi publik agar pemerintah tetap dipercaya di tengah derasnya arus informasi di media sosial.
Prabowo sendiri menegaskan bahwa perombakan ini dilakukan semata-mata demi memperkuat kinerja kabinet. Ia ingin seluruh pembantunya bekerja cepat, tepat, dan berpihak pada rakyat.
Reaksi Publik dan Elite Politik
Reshuffle ini langsung memicu beragam reaksi. Sejumlah pengamat menilai perombakan ini akan menjadi “bahan bakar baru” bagi pemerintahan Prabowo untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Dari sisi politik, langkah ini dinilai memperkuat basis dukungan Prabowo di parlemen. Djamari dan Erick memiliki jaringan luas yang diyakini akan membantu meloloskan agenda strategis pemerintah.
Kesimpulan: Awal Babak Baru Pemerintahan
Pelantikan 11 pejabat ini menjadi sinyal tegas bahwa Presiden Prabowo tidak ragu mengambil langkah berani untuk memperkuat kabinet.
Dengan formasi baru ini, publik menaruh harapan besar agar pemerintahan mampu bekerja lebih cepat, terutama dalam mengatasi masalah ekonomi, stabilitas politik, dan meningkatkan prestasi bangsa di tingkat dunia.
Prabowo kini memiliki tim yang lebih segar, berisi kombinasi teknokrat, politisi, dan profesional. Tantangan berikutnya adalah memastikan mereka segera bekerja, bukan hanya menjadi simbol perubahan di atas kertas.
Editor : Mahendra Aditya