Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Bandung Mencekam! Gas Air Mata Tembus Kampus Unisba dan Unpas, Mahasiswa hingga Relawan Medis Terdampak

Ali Mustofa • Selasa, 2 September 2025 | 16:31 WIB

Ilustrasi aksi demonstrasi.
Ilustrasi aksi demonstrasi.

BANDUNG – Situasi di Kota Bandung memanas sejak Senin malam (1/9) hingga Selasa dini hari (2/9).

Lingkungan Universitas Islam Bandung (Unisba) dan Universitas Pasundan (Unpas) berubah menjadi kawasan penuh kepanikan setelah aparat keamanan diduga melepaskan tembakan gas air mata hingga masuk ke area kampus.

Tidak hanya mahasiswa, sejumlah relawan medis serta petugas keamanan kampus turut menjadi korban.

Baca Juga: Gas Air Mata Polisi Masuk Area Kampus Unisba dan Unpas, Video Kejadian Viral di Medsos

Beberapa di antaranya terpaksa dievakuasi karena mengalami sesak napas.

Ironisnya, posko medis yang dipasang di dalam kampus—yang seharusnya menjadi zona aman—ikut terkena dampak gas air mata.

Aksi Damai Berubah Ricuh

Kericuhan berawal dari demonstrasi mahasiswa di depan Gedung DPRD Jawa Barat pada Senin siang.

Aksi tersebut digelar untuk menyuarakan penolakan terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai merugikan masyarakat.

Ketegangan meningkat ketika terjadi dorong-mendorong antara aparat dan massa aksi.

Bentrokan pun pecah, menyebabkan puluhan mahasiswa terluka dan dirawat di posko medis darurat di dalam Kampus Unisba.

Sekitar pukul 23.30 WIB, gas air mata dilaporkan menembus ke area kampus, membuat situasi semakin kacau.

Posko Medis Jadi Sasaran

Akun Instagram @info.mahasiswaunisba mengunggah kabar terkini yang menyebutkan: “Breaking News: Aparat menembakkan gas air mata ke area kampus utama Unisba. Tiga satpam menjadi korban, selain mahasiswa yang juga terdampak.”

Sejumlah video memperlihatkan mahasiswa berlarian, relawan medis terjatuh akibat sesak, dan posko medis tertutup asap tebal.

Dalam salah satu rekaman, terdengar suara warga yang berteriak, “Woy, kampus wey!”, menandakan tembakan gas dianggap salah sasaran.

Solidaritas Publik Menggema

Peristiwa ini memicu reaksi luas di media sosial. Tagar #AllEyesOnBandung dan #AllEyesOnUnisbaUnpas langsung menjadi trending, dipenuhi unggahan kecaman terhadap tindakan represif aparat serta seruan bantuan bagi korban.

Bagi banyak pihak, kampus seharusnya menjadi ruang aman untuk belajar dan berdiskusi, bukan lokasi yang dipenuhi kekerasan.

Hingga Selasa pagi, pihak kepolisian maupun otoritas kampus belum mengeluarkan keterangan resmi terkait alasan tembakan gas air mata tersebut bisa masuk ke lingkungan perguruan tinggi.

Sementara itu, unjuk rasa mahasiswa di depan Gedung DPRD Jawa Barat telah berlangsung sejak Jumat (29/8) hingga Senin (1/9), dengan beberapa kali memicu bentrokan.

Unisba sendiri sempat dijadikan posko medis darurat untuk membantu mahasiswa yang membutuhkan pertolongan.

Dalam rekaman lain yang viral, terlihat barisan aparat lengkap dengan tameng dan kendaraan taktis berjaga di depan kampus.

Bahkan, sejumlah warga menyebut ada orang berpakaian sipil yang ikut bersama aparat sambil membawa benda tumpul.

Hingga berita ini diturunkan, publik masih menunggu penjelasan resmi dari pihak berwenang mengenai dasar penggunaan gas air mata yang membuat dua kampus besar di Bandung ikut terdampak.

Editor : Ali Mustofa
#petugas keamanan #mahasiswa #masyarakat #relawan medis #bandung #demonstrasi