RADAR KUDUS - Kabar Agam Rinjani salah satu anggota tim search and rescue (SAR) yang mengevakuasi jenazah Juliana Marins, yang menerima donasi sebesar Rp 1,3 miliar telah beredar. Apakah benar?
Kabar tentang penggalangan dana untuk relawan Tim SAR Agam Rinjani menjadi viral di media sosial.
Donasi tersebut dilakukan melalui situs voaa.me/agam oleh pengguna internet dari Brasil sebagai bentuk apresiasi atas jasa mereka dalam mengevakuasi jenazah Juliana Marins yang meninggal di Gunung Rinjani, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Dalam postingan yang beredar, disebutkan bahwa Unit SAR Lombok Timur merasa kecewa karena hanya Agam Rinjani yang menerima donasi sebesar Rp 1,3 miliar.
Koordinator Lapangan Unit SAR Lombok Timur Samsul Padli, membantah berita tersebut.
"Tidak ada sejarahnya Tim SAR meminta donasi untuk kegiatan operasi penyelamatan atau evakuasi korban, apalagi perasaan kecewa, itu adalah hoaks," tegas Padli pada Senin (30/6/).
Padli juga menegaskan bahwa Tim SAR tidak terlibat dalam penggalangan dana untuk evakuasi jenazah pendaki asal Brasil tersebut.
Ia menjelaskan bahwa dalam proses evakuasi jenazah Juliana, banyak pihak yang terlibat secara sukarela.
Pihak-pihak tersebut termasuk Basarnas, BPBD, TNI-Polri, Damkar, relawan, serta porter Gunung Rinjani.
"Jika berkaitan dengan bencana alam, penggalangan dana bisa dilakukan, tetapi untuk penyelamatan atau evakuasi, tidak ada yang seperti itu. Terlebih lagi, dalam evakuasi korban kemarin, banyak relawan yang terlibat," kata Padli.
Ia menambahkan bahwa Unit SAR Lombok Timur tidak pernah memanfaatkan insiden apa pun untuk menggalang dana.
Karena dapat merusak citra kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) dan pariwisata Lombok Timur secara keseluruhan.
Sebagai informasi, penggalangan dana untuk Agam Rinjani melalui situs voaa.me/agam dilakukan karena keberhasilan mereka dalam mengevakuasi jenazah Juliana. Hingga penutupan pada (29/6).
Total donasi yang terkumpul mencapai 350 ribu Real Brasil, yang setara dengan sekitar Rp 1,3 miliar.
Sebelumnya, dilaporkan bahwa salah satu anggota tim SAR gabungan, Abdul Haris Agam, menyampaikan permohonan maaf karena tidak berhasil mengevakuasi Juliana Marins, dalam keadaan selamat.
Permintaan maaf Agam terekam dalam sebuah video yang menjadi viral di media sosial.
Agam, yang dikenal sebagai Agam Rinjani, adalah salah satu personel yang terlibat langsung dalam proses evakuasi jenazah Juliana dari jurang curam sedalam 600 meter.
Dalam video tersebut, ia berbicara kepada seorang perempuan yang diduga merupakan anggota keluarga Juliana.
"Saya minta maaf karena tidak bisa membawa Juliana pulang dengan selamat, karena kondisi medan yang sangat berat dan terlalu jauh ke bawah," ucap Agam dengan suara lirih, seperti yang terlihat dalam video yang diunggah oleh akun X (dulu Twitter) @aingrewhuy.
Mendengar permintaan maaf Agam, perempuan yang diduga keluarga Juliana pun menangis sambil mengusap air mata.
Menggunakan bahasa Brasil, perempuan itu kemudian mengucapkan terima kasih kepada Agam dan tim SAR yang telah berusaha mengevakuasi Juliana. (Titin Shofiana Firda)
Editor : Ali Mustofa