RADAR KUDUS - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memanggil pendakwah Khalid Basalamah untuk memberikan keterangan dalam penyelidikan kasus dugaan korupsi kuota haji tahun 2025.
Pemeriksaan ini bertujuan untuk menggali informasi mengenai pemahaman Khalid terkait pengelolaan ibadah haji di Indonesia.
Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa Khalid telah menjalani pemeriksaan dan bersikap kooperatif.
Baca Juga: Drama Amerika vs Juara Brasil di Piala Dunia Antarklub, LAFC vs Flamengo 1-1
"Benar, yang bersangkutan diperiksa dan dimintai keterangannya terkait perkara haji. Keterangan yang diberikan sangat membantu tim penyidik," ungkap Budi saat ditemui di Gedung Merah Putih KPK pada Senin, 23 Juni 2025.
Ia juga mengajak semua pihak yang memiliki informasi terkait kasus ini untuk bersikap kooperatif agar penanganan perkara dapat berjalan efektif.
Khalid Basalamah, pendiri biro perjalanan haji dan umrah Uhud Tour, menjadi sorotan dalam kasus dugaan praktik jual beli kuota haji tahun 2024 yang saat ini masih dalam tahap penyelidikan.
KPK berkomitmen untuk terus mengumpulkan informasi dari berbagai pihak yang dianggap mengetahui rangkaian kasus ini.
Profil Singkat Khalid Basalamah
Khalid Zeed Abdullah Basalamah, lebih dikenal sebagai Khalid Basalamah, lahir pada 1 Mei 1975 di Ujung Pandang, Sulawesi Selatan.
Nama "Basalamah" merupakan marga dari keturunan Arab Hadramaut. Khalid dikenal sebagai pendakwah yang aktif, sering menyampaikan kajian keagamaan melalui berbagai platform media sosial.
Akun Instagram-nya, @basalamahofficial, memiliki lebih dari 3,6 juta pengikut, sementara kanal YouTube-nya diikuti oleh 3,17 juta subscriber.
Dalam dakwahnya, Khalid menekankan pentingnya pengkajian kitab-kitab yang memiliki dalil shahih dan sanad yang dapat dipertanggungjawabkan.
Selain aktif di media sosial, ia juga sering mengisi ceramah di stasiun televisi nasional.
Di luar dunia dakwah, Khalid adalah seorang pengusaha. Ia mendirikan Ajwad Resto, restoran yang menyajikan masakan khas Timur Tengah di Condet Raya, Jakarta.
Selain itu, ia memiliki bisnis fashion muslim, produk herbal, dan buku-buku Islam melalui Ajwad Store.
Khalid juga mengelola layanan akikah dan kurban bernama Adha Farm, serta media taaruf dan wedding organizer berbasis syariah, Mawaddah Indonesia.
Baca Juga: Chelsea Amankan Tiket 16 Besar Piala Dunia Antarklub 2025 Usai Bantai ES Tunis, Ini Skor Akhir
Ia juga mendirikan lembaga filantropi Sedekah Kreatif dan biro perjalanan haji dan umrah Uhud Tour.
Khalid merupakan Dewan Penasehat Syariah di RLA International Islamic Boarding School.
Dalam hal pendidikan, ia adalah lulusan Universitas Islam Madinah, melanjutkan studi magister di Universitas Muslim Indonesia, dan meraih gelar doktor dari Universitas Tun Abdul Razak.
Pada tahun 2022, Khalid sempat menjadi perhatian publik setelah video jawabannya mengenai wayang dianggap menyinggung masyarakat.
Dalam klarifikasinya yang diunggah di Instagram pada 14 Februari 2022, ia meminta maaf kepada semua pihak yang merasa terganggu.
Khalid menjelaskan bahwa pernyataannya merujuk pada pertanyaan dari jamaahnya beberapa tahun lalu mengenai tradisi wayang dan bagaimana pandangan Islam terhadapnya.
Dengan latar belakang yang kaya dan beragam, Khalid Basalamah terus menjadi sosok yang menarik perhatian, baik dalam dunia dakwah maupun bisnis. (Nilna Hibran)
Editor : Ali Mustofa