Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Nggak Nyangka Banget, Pengantin Demak-Jepara ini Pakai Vespa di Iring-iringan Pernikahan

Muhammad Agung Prayoga • Senin, 16 Juni 2025 | 15:41 WIB
PERNIKAHAN : momen pemuda Jungpasir, Wedung, Demak bersama pasangan foto bareng usai proses iring-iringan, Minggu (15/6/25).
PERNIKAHAN : momen pemuda Jungpasir, Wedung, Demak bersama pasangan foto bareng usai proses iring-iringan, Minggu (15/6/25).

RADAR KUDUS - Kabupaten Demak diwarnai dengan momen pernikahan unik.

Pasalnya, terdapat calon pasangan suami istri memakai kendaraan Vespa Klasik dalam proses iring-iringan pernikahan.

Momen itu terjepret sewaktu pemuda Desa Jungpasir, Kecamatan Wedung, Abdullah Matin Humaini yang mengendarai Vespa Super Astuti 150 cc, Minggu (15/6/25) menuju kediaman mempelai putri.

 

Dulmatin (sapaannya) tampak memakai jas hitam lengkap beserta pernak-pernik pernikahan.

Ia mengendarai Vespa dengan tambahan modifikasi sidecar melesat dari perbatasan Kabupaten Demak - Kabupaten Jepara.

Tidak sendirian, ia ditemani sang adik laki-laki di samping, sementara keluarga besar berada di belakang, memakai mobil dan beberapa sepeda motor, ada juga pick up yang membawa seserahan pernikahan.

Namun baru setengah perjalanan, Dulmatin diminta orangtua masuk ke dalam mobil.

Dirinya mengiyakan, 'besi tua' itu pun beralih joki ke sang adik. Perjalanan iring-iringan pernikahan pun dilanjutkan.

Selang beberapa kilometer, Vespa warna biru itu malah rewel di tangan sang adik. Putar gas dikit, mati, dicoba berulangkali kali, hasil masih sama. Karena lama, akhirnya diparkirkan ke tetangga, supaya aman.

Entah karena 'besi tua' sudah menjalin chemistry yang kuat dengan pemilik, lalu enggan ditunggangi sang adik, tapi yang jelas Vespa Super Astuti tidak bisa melanjutkan perjalanan. Kata sang adik, kopling kurang center.

"Sulit dinyalakan, akhirnya saya parkirkan di rumah warga untuk mempersingkat waktu," ujar sang adik.

Singkat cerita, keluarga mempelai pria termasuk sang adik dan rombongan sampai di Desa Karangrandu.

Mereka disambut keluarga mempelai putri. Dulmatin melangsungkan pernikahannya dan sah menjadi Pasutri.

Berdua Naik Vespa (Balik)

Dulmatin yang notabene alumnus Pondok Pesantren Ma'hadu 'Ulum Asy-Syar'Iyyah (MUS) Sarang Rembang resmi melepas masa lajangnya.

Bersama pengantin putri, ia mengendarai Vespa berdua menuju Desa Jungpasir.

Tampak muka Dulmatin berbalut senyum, sebab sekarang dirinya naik Vespa bersama perempuan (bukan keluarga) untuk pertama kalinya.

Pengantin putri pun demikian, senyum malu terhias bersama anggunnya gaun pernikahan.

"Tradisinya memboyong istri ke rumah suami, sebentar saja. Kami sama-sama masih malu. Saya santri dia (istri) juga santri. Belum mengenal terlalu lama pula," terang Dulmatin.

Sewaktu proses iring-iringan, ia membagikan kenangannya bersama Vespa Super Astuti.

Kata dia, kendaraan inilah yang menemani perjalanannya waktu masih muda -suka duka bersama.

Berangkat dari hal itu, ia memutuskan melibatkan motor kesayangannya di momen yang sakral. Selain mengenang juga mengenalkan sosok 'teman seperjuangan' kepada sang istri, "Berbagi kebahagiaan saja," pungkasnya.

Editor : Ali Mustofa
#pernikahan #jepara #demak #vespa klasik #Astuti #iring-iringan kendaraan