Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Banyak yang Belum Tahu, Ini Sejarah Hari Lahir Pancasila

Fairus Salsabila Zahro • Jumat, 30 Mei 2025 | 23:48 WIB
Ilustrasi bendera Indonesia (Foto : Mufid Majnun/Unsplash)
Ilustrasi bendera Indonesia (Foto : Mufid Majnun/Unsplash)

RADAR KUDUS - Hari Lahir Pancasila diperingati pada tanggal 1 Juni, yaitu sebagai salah satu momen yang sangat penting untuk mengenang perjalanan cukup panjang lahirnya dasar negara Republik Indonesia.

Lalu, seperti apa sejarah lahirnya Pancasila? Simak informasinya berikut ini.

Sejarah Pancasila bermula dari kekalahan negara Jepang saat Perang Pasifik pada tahun 1945.

Sadar akan hal tersebut, Jepang meminta bantuan kepada Indonesia untuk menghadapi serangan itu dan Jepang berupaya menarik simpati para warga Indonesia dengan cara memberikan janji berupa kemerdekaan serta membentuk sebuah lembaga yang bertujuan untuk mempersiapkan kemerdekaan Indonesia.

Yaitu, pada 29 April tahun 1945 Jepang membentuk Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) atau Dokuritsu Junbi Cosakai.

BPUPKI resmi mengadakan sidang pada 29 Mei hingga 1 Juni 1945.

Dalam sidang pertamanya, 29 Mei, para anggota BPUPKI membahas tentang perumusan asas dasar negara. 

Lalu, pada sidang kedua, tanggal 1 Juni 1945, Presiden Indonesia Ir. Soekarno mulai memperkenalkan 5 konsep awal Pancasila pada sidang BPUPKI tersebut, yaitu terdiri dari : 

  1. Kebangsaan Indonesia
  2. Internasionalisme atau Perikemanusiaan
  3. Mufakat atau Demokrasi
  4. Kesejahteraan Sosial
  5. Ketuhanan Yang Maha Esa

"Panca" artinya yaitu lima, sedangkan "sila" artinya adalah prinsip atau asas. 

BPUPKI kemudian membentuk Panitia Sembilan guna melakukan penyempurnaan perumusan mengenai Pancasila sebagai dasar negara.

Anggota Panitia Sembilan yaitu Ir. Soekarno, Drs. Mohammad Hatta, Abikoesno Tjokroseojoso, K.H Abdul Wahid Hasyim, Agus Salim, Achmad Soebardjo, Mohammad Yamin, Abdul Kahar Muzakir, dan Mr. AA Maramis.

Adapun hasil pembahasan Panitia Sembilan tersebut telah tertuang di dalam Piagam Jakarta, pada tanggal 22 Juni 1945. Ini hasilnya : 

  1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Akan tetapi, saat itu masih ada berbagai perdebatan. J. Latuharhary mengatakan keberatan, khususnya pada poin kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.

Setelah melewati sejumlah perubahan, perdebatan, diskusi panjang, serta beberapa tahap persidangan, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) dalam sidangnya akhirnya mengesahkan Pancasila, tanggal 18 Agustus 1945.

Pada sidang ini, diperoleh persetujuan bahwa Pancasila dicantumkan di dalam Mukadimah UUD 1945 sebagai suatu dasar negara Indonesia yang telah sah.

Sebagai informasi, PPKI dibentuk setelah BPUPKI tadi. Dalam bahasa Jepang disebut dengan Dokuritsu Junbi Inkai.

Baca Juga: Tawarkan Berbagai Jenis Koleksi Benda-benda Kuno, Omah Jadoel Patiayam Kudus Jadi Destinasi Favorit Pengunjung, Disini Lokasinya

Akhirnya, hari lahir Pancasila resmi ditetapkan yaitu tanggal 1 Juni tahun 1945. Ini adalah tanggal ketika Ir. Soekarno mulai memperkenalkan 5 konsep awal Pancasila pada sidang BPUPKI. 

Penetapan Hari Lahir Pancasila dimuat di dalam Keputusan Presiden (Keppres) No. 24 Tahun 2016 yang resmi ditandatangani Presiden RI Joko Widodo.

Jadi, itulah sekilas penjelasan tentang sejarah Hari Lahirnya Pancasila, tanggal 1 Juni 1945.

Sudah seharusnya kita sebagai rakyat Indonesia menghormati perjuangan para pendiri bangsa di dalam upaya merumuskan dasar negara Indonesia tersebut. 

Marilah kita tingkatkan jiwa-jiwa nasionalisme dan juga semangat persatuan dalam diri kita. (*)

Editor : Mahendra Aditya
#juni #1 juni #hari lahir pancasila