Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Sejarah Hari Buruh Dunia, Dari Ledakan Berdarah di Chicago Amerika Serikat dan Fakta-Fakta Perburuhan pada Sekitar Tahun1886

Abdul Rochim • Jumat, 2 Mei 2025 | 00:29 WIB
Situasi kerusuhan Haymarket yang terjadi pada Mei 1886 di Chicago, Amerika Serikat. (Foto: Britannica diambil dari RRI.CO.ID)
Situasi kerusuhan Haymarket yang terjadi pada Mei 1886 di Chicago, Amerika Serikat. (Foto: Britannica diambil dari RRI.CO.ID)

RADAR KUDUS - Setiap 1 Mei, lebih dari 60 negara di dunia memperingati May Day atau Hari Buruh Internasional.

Tapi, siapa sangka di balik selebrasi tahunan ini tersimpan sejarah kelam penuh darah, bom, dan perlawanan keras terhadap penindasan sistem industri?

May Day bukan sekadar ritual tahunan atau tanggal merah di kalender.

Baca Juga: Harga Emas Turun di Hari Buruh! Ini Daftar Harga Terbaru Emas Antam 1 Mei 2025

Ia adalah warisan perjuangan global para buruh yang tak sudi lagi diperas tenaganya tanpa kepastian hidup yang layak.

Dan semuanya bermula dari satu titik panas: Chicago, Amerika Serikat, tahun 1886.

Bom Meledak, Peluru Dilepaskan: Awal Tragis Hari Buruh Dunia

Pada akhir abad ke-19, Revolusi Industri membawa perubahan besar dalam sistem kerja di Eropa dan Amerika.

Namun, perubahan itu tak berpihak pada kaum pekerja.

Upah ditekan, jam kerja mencapai 16 jam per hari, dan kondisi kerja begitu buruk hingga menyebabkan ribuan kematian—termasuk di kalangan perempuan dan anak-anak.

Puncak kemarahan terjadi pada 1 Mei 1886, ketika ratusan ribu buruh turun ke jalan di berbagai kota Amerika.

Baca Juga: Jadwal Operasional Bank BNI, OCBC, dan BRI Saat Libur Hari Buruh 1 Mei 2025

Di Chicago, aksi damai berubah jadi bencana saat sebuah bom meledak dalam Kerusuhan Haymarket.

Polisi membalas dengan tembakan brutal. Banyak yang tewas, lebih banyak lagi yang ditangkap dan dihukum. Dunia pun tersentak.

Meski tragis, peristiwa Haymarket justru menjadi simbol perlawanan pekerja terhadap ketidakadilan.

Tuntutan waktu kerja 8 jam sehari yang dulu dianggap mustahil, kini menjadi standar internasional.

May Day Menyebar: Dari Amerika ke Dunia

Tak butuh waktu lama bagi semangat May Day menjalar ke Eropa, Amerika Latin, Asia, dan Afrika.

Di banyak negara, peringatan ini menjadi ajang unjuk kekuatan buruh untuk menuntut keadilan sosial dan ekonomi.

Kini, setidaknya 66 negara secara resmi menetapkan 1 Mei sebagai hari libur nasional. Lainnya merayakannya secara informal dengan aksi solidaritas.

Indonesia dan Perjuangan yang Tak Kalah Keras

Di Indonesia, Hari Buruh pertama kali diperingati pada 1 Mei 1920. Di bawah penjajahan Belanda, buruh mulai sadar akan hak-haknya dan menggelar mogok kerja.

Namun, tekanan politik dan represi membuat peringatan ini dilarang sejak 1926.

Setelah kemerdekaan, peringatan kembali dihidupkan.

Sayangnya, masa Orde Baru kembali menindas gerakan buruh, bahkan mencurigainya sebagai alat politik yang membahayakan negara.

Baca Juga: Polisi Terjunkan Ratusan Personel Amankan Perayaan Hari Buruh di Jepara

Hanya setelah reformasi dan melalui keputusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2013, 1 Mei kembali dimuliakan sebagai hari libur nasional di Indonesia.

Dari Derita Jadi Simbol Harapan

May Day adalah pengingat keras bahwa hak pekerja tak datang dari belas kasihan penguasa, tapi dari perjuangan panjang yang kerap dibayar mahal dengan nyawa.

Ia adalah tonggak sejarah global yang menyatukan suara-suara kecil menjadi kekuatan besar.

Jadi, saat kamu menikmati hari libur 1 Mei, jangan lupa—ada darah dan keberanian yang membuat hari itu mungkin. (*/him)

Editor : Ali Mustofa
#hari buruh #revolusi industri #chicago #amerika serikat #Haymarket