RADAR KUDUS - Para buruh menggelar aksi saat Hari Buruh Internasional atau May Day, pada hari ini, yaitu Kamis, 1 Mei 2025, berpusat di Lapangan Monas, Jakarta.
Aksi ini diikuti oleh sejumlah aliansi buruh yaitu seperti Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI), sampai dengan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI).
Terdapat sejumlah tuntutan yang disuarakan pada aksi ini, mulai dari tuntutan upah yang layak, perlindungan untuk para buruh, hingga pemberantasan korupsi.
Dilansir dari sejumlah sumber, berikut ini adalah poin-poin tuntutan utama dari para buruh saat Peringatan May Day 2025 :
- Hapuskan sistem outsourcing
- Wujudkan upah yang layak
- Bentuk Satgas PHK untuk mencegah PHK massal
- Lindungi para buruh dengan mengesahkan UU Ketenagakerjaan yang baru
- Sahkan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT)
- Sahkan RUU Perampasan Aset untuk memberantas korupsi
Tidak hanya di Jakarta, aksi peringatan May Day ini kabarnya juga diadakan di berbagai daerah lainnya di Indonesia.
Berdasarkan informasi yang beredar, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) yaitu Said Iqbal mengungkapkan bahwa ada lebih dari 90% buruh turut mengikuti peringatan May Day kali ini.
Massa terdiri dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, sampai dengan orang dewasa.
Kabarnya, Presiden Prabowo Subianto juga turut menghadiri acara peringatan tersebut dan ikut menyampaikan pidato.
Di Jakarta, selain di kawasan Monas, aksi May Day juga dilakukan di depan kompleks parlemen.
Aksi May Day di DPR diikuti oleh beberapa aliansi massa buruh dari KSBSI dan juga dari Gerakan Buruh Bersama Rakyat.
Perayaan May Day menjadi salah satu momentum yang amat penting bagi para buruh untuk menyuarakan tuntutan hak-hak mereka, dan tentunya diharapkan nanti dapat menghasilkan suatu kebijakan yang betul-betul menguntungkan untuk sektor tenaga kerja RI.
Editor : Ali Mustofa