RADAR KUDUS – Nilai tukar Rupiah kembali melemah per hari ini (9/4/25), hingga Rp 16.940 di hadapan dolar AS.
Sejak pasar perdagangan kembali dibuka, Rupiah terus melemah hingga kini hampir mencapai nilai Rp 17.000 per dolar AS.
Diketahui bahwa nilai mata uang Rupiah memerah hingga 0,70% dari Rp 16.822 pada hari Senin (7/4/25).
Bahkan langkah intervensi yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI) belum cukup mampu untuk meredam penurunan nilai tukar Rupiah
Sepanjang tahun 2025 berjalan, Rupiah telah melemah hingga sebanyak 4,49%.
Hal ini membuat Rupiah menjadi nilai mata uang Asia yang paling merosot di hadapan dolar AS.
Negara-negara Asia lain seperti Taiwan, Malaysia, Thailand, Vietnam, Korea, Hongkong dan China juga turut mengalami penurunan nilai mata uang sepanjang tahun 2025 berjalan.
Sementara itu, negara Asia lain seperti Jepang, Singapura, dan Filipina mengalami penguatan nilai tukar mata uang terhadap dolar AS sepanjang tahun 2025 berjalan.
Adapun pada Rabu (2/4/25), Donald Trump selaku Presiden AS telah meresmikan bahwa seluruh negara dikenakan tarif impor 10%.
Kondisi perang dagang yang sedang terjadi saat ini memberikan dampak ke hampir semua negara.
Sementara itu, pemerintah memastikan bahwa nilai tukar Rupiah yang sedang melemah ini belum mengkhawatirkan dan masih terkendali. (Faidzoh Iffatul Khoir)
Editor : Mahendra Aditya