Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Profil Sukatani Band dan Kontroversi Lagu "Bayar Polisi": Ditujukan Untuk Oknum Polisi yang Melanggar Aturan?

Mahendra Aditya Restiawan • Jumat, 21 Februari 2025 | 17:17 WIB
Personil Band Sukatani yang viral akan lagunya yang mengkritik polisi yang nakal
Personil Band Sukatani yang viral akan lagunya yang mengkritik polisi yang nakal

RADAR KUDUS - Sukatani Band, duo dance-punk asal Purbalingga, mendadak viral setelah merilis lagu kontroversial berjudul "Bayar Bayar Bayar".

Lagu ini menuai sorotan karena mengandung lirik "bayar polisi", yang dianggap menyinggung institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

Imbasnya, mereka menarik lagu tersebut dan meminta maaf secara terbuka.

"Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolri dan institusi Polri atas lagu kami yang berjudul 'Bayar Bayar Bayar'.

Lirik 'bayar polisi' dalam lagu tersebut telah menimbulkan kontroversi, dan kami tidak ingin ada kesalahpahaman lebih lanjut," ujar salah satu personel Sukatani, Muhammad Syifa Al Lutfi alias Alectroguy, dalam sebuah pernyataan yang diunggah di Instagram mereka pada Kamis (20/2/2025).

Meski telah menarik lagu itu dari berbagai platform digital, kontroversi tetap bergulir. Banyak netizen yang mendukung mereka dan meminta agar lagu tersebut tetap beredar.

Tagar #KamiBersamaSukatani bahkan sempat trending di media sosial X.

Profil Sukatani Band: Punk dari Purbalingga yang Membawa Isu Sosial

Sukatani Band terdiri dari dua personel: Muhammad Syifa Al Lutfi alias Alectroguy (gitaris dan produser) dan Novi Citra alias Twister Angel (vokalis).

Mereka mulai aktif sejak 2022 dan dikenal dengan aksi panggung unik, seperti mengenakan balaclava dan membagikan sayuran kepada penonton sebagai simbol perjuangan petani.

Nama "Sukatani" sendiri terinspirasi dari suasana desa yang asri dan makmur. Musik mereka banyak dipengaruhi oleh genre anarcho-punk era 80-an dan proto-punk, dengan nuansa post-punk dan new wave yang kental.

Lirik-lirik mereka sering kali menyuarakan kritik sosial dan keresahan terhadap berbagai isu yang terjadi di sekitar mereka.

Pada Juli 2023, mereka merilis album "Gelap Gempita" yang berisi delapan lagu, termasuk "Bayar Bayar Bayar" yang kini ditarik dari peredaran.

Lagu-lagu dalam album tersebut mencerminkan kegelisahan mereka terhadap isu sosial, seperti "Alas Wirasaba" yang berkisah tentang hilangnya lahan bermain anak-anak akibat pembangunan bandara.

Lirik "Bayar Bayar Bayar" dan Kritik terhadap Oknum Polisi

Menurut Alectroguy, lagu "Bayar Bayar Bayar" sebenarnya ditujukan untuk mengkritik oknum polisi yang melanggar aturan, bukan institusi kepolisian secara keseluruhan.

Namun, publik terlanjur menafsirkan lagu ini secara lebih luas, hingga menimbulkan kontroversi yang membuat mereka harus menarik lagu tersebut.

"Sebenarnya lagu itu saya ciptakan untuk oknum kepolisian yang melanggar peraturan," jelasnya.

Penarikan lagu ini memunculkan beragam reaksi. Banyak pihak menyayangkan keputusan tersebut, sementara sebagian lainnya mendukung langkah yang diambil Sukatani untuk menghindari polemik lebih lanjut.

Sukatani dan Aksi Panggung yang Ikonik

Salah satu daya tarik utama Sukatani adalah aksi panggung mereka yang unik. Mereka sering tampil dengan balaclava, menciptakan aura misterius yang membuat penggemar semakin penasaran.

Tak hanya itu, mereka juga memiliki tradisi membagikan hasil bumi berupa sayuran kepada penonton sebagai bentuk solidaritas dengan para petani.

Gaya khas mereka ini membuat Sukatani semakin dikenal di berbagai festival musik besar. Mereka telah tampil di berbagai acara ternama seperti Synchronize Fest 2024, Pestapora 2024, Bukan Main Festival, hingga Cherry Pop 2024.

Bahkan, eksistensi mereka mulai menarik perhatian figur publik, termasuk Vincent Rompies yang pernah terlihat mengenakan merchandise Sukatani.

Identitas Personel Terungkap setelah Viral

Sebelumnya, identitas asli personel Sukatani nyaris tidak diketahui publik karena mereka selalu tampil dengan balaclava.

Namun, setelah kontroversi "Bayar Bayar Bayar" mencuat, identitas mereka akhirnya terungkap.

Twister Angel, vokalis yang dikenal dengan suara lantangnya, memiliki nama asli Novi Citra Indriyati.

Sementara itu, gitaris sekaligus produser Alectroguy bernama lengkap Muhammad Syifa Al Lutfi. Meski identitas mereka kini diketahui publik, hal itu tampaknya tidak mengurangi pesona misterius yang selama ini melekat pada Sukatani.

Masa Depan Sukatani setelah Kontroversi

Meski harus menarik lagu "Bayar Bayar Bayar", Sukatani tetap mendapat dukungan besar dari penggemar. Banyak yang berharap mereka tetap berkarya dan tidak takut menyuarakan keresahan sosial melalui musik.(*)

 

Editor : Mahendra Aditya
#tagar Kami Bersama Sukatani #lagu bayar polisi #Sukatani #1312 #Sukatani Band #bayar bayar bayar