RADAR KUDUS – Agus Salim menangis haru usai mendapatkan uang sebanyak Rp 50 juta dari kuasa hukumnya Krisna Murti.
Agus mengaku senang dan bahagia akhirnya dapat bantuan uang setelah uang donasi miliknya dikelola Pratiwi Novinyanthi.
Kisruh uang donasi Rp 1,5 miliar antara Agus Salim dengan Pratiwi Noviyanthi atau Novi trejadi karena diduga keluarga Agus diduga menyalahgunakan uang donasi milik Agus.
Uang tersebut diduga digunakan untuk membayar utang Wawa, belanja, hingga jajan yang hingga sekarang tidak jelas peruntukannya.
Tak hanya itu, pihak keluarga juga tidak transparan dengan uang donasi yang diterima.
Mulanya pihak keluarga mengaku mendapatkan uang donasi Rp 500 juta, ternyata yang didapat Rp 1,5 miliar.
Belum selesai kisruh tersebut, Novi justru dilaporkan Agus Salim ke polisis dengan tuduhan pencemaran nama baik dan penggelapan uang.
Sejak Novi dilaporkan polisi, keduanya hingga kini belum bertemu. Namun baik pihak Agus maupun pihak Novi sama-sama memberi klarifikasi ke media tentang kisruh keduanya.
Kuasa Hukum Agus Salim, Krisna Murti mengatakan, uang Rp 50 juta ini untuk Agus. Semoga bisa bermanfaat untuk kebutuhan Agus.
Pihak kuasa hukum Agus mengatakan bahwa Agus tidak perlu laporan pembelian.
Agus mengatakan berterima kasih telah diberi uang Rp 50 juta Krisna Murti. Pihaknya berharap uang tersebut dapat digunakan untuk berobat.
“Agus seneng banget. Akhirnya apa yang Agus cita-citakan tercapai juga,” kata Agus.
“Terima kasih Bapak Krisna. Agus tidak bis amembalas apa-apa. Semoga Allah yang membalas semua kebaikan Bapak Krisna,” tambah Agus.
Agus yang menangis mengaku tidak menjual kesedihan, tetapi bentuk ekspresi kebahagian dan rasa syukur kepada Allah.
Krisna Murti yang melihat Agus menangis terus menyemangati Agus. “Agus jangan sedih ya. Agus bagian dari keluarga kami,” terangnya.
Farhat Abbas meminta Agus untuk menggunakan uang tersebut. “Gunakan uangnya, Gus. Kalau kurang nanti kita tambahi,” katanya.
Agus Minta Uang Donasi Ditransfer
Baru-baru ini, pihak Novi sudah menjadwalkan pengobatan Agus disalah satu rumah sakit di Jakarta.
Harapannya Agus segera mendapatkan kejelasan operasi mata. Sayang, pihak Agus tidak datang ke rumah sakit dengan alasan masih kecewa.
Agus meminta Novi untuk mengembalikan uang donasi secara cara ditranfer. Agus berjanji akan melaporkan pengeluaran secara rutin kepada Novi.
Namun Novi bersikeras ingin agar uang tersebut dikelola oleh Novi. Sebab dikhawatirkan akan disalahgunakan lagi oleh keluarga Agus.
Editor : Noor Syafaatul Udhma