RADAR KUDUS – Drama kasus uang donasi Rp 1,5 miliar untuk Agus Salim, korban penyiraman air keras semakin viral. Kehebohan terjadi karena Pratiwi Noviyanthi, penggalang donasi dipolisi Agus Salim.
Setelah Novi dipolisikan, muncul petisi yang meminta Agus Salim mengembalikan uang donasi kepada donatur. Berikut poin penting dari petisi yang sudah ditandatangani lebih dari 93 ribu tersebut.
Netizen Geram! Petisi Meminta Agus Kembalikan Donasi!
Petisi itu dikabarkan ditandatangani lebih dari 93 ribu orang.
Dalam petisi itu disebutkan uang donator yang sudah disumbangkan ke Agus Salim dituntut untuk dikembalikan.
“Kembalikan duit donatur yang sudah disumbangkan kepada Agus korban penyiraman air keras,” tulis petisi.
Tak disangka, netizen geram kepada Agus Salim dan keluarga yang melaporkan Pratiwi Noviyanthi atau Novi ke polisi. Padahal Novi sudah membantu menggalang donasi hingga terkumpul Rp 1,5 miliar.
Agus Salim Kecewa dengan Novi karena Dituduh Menyalahgunakan Uang Donasi
Agus Salim bersama pengacaranya Farhat Abbas mengaku kecewa dengan perbuatan Novi dan Denny Sumargo yang seolah menyudutkan Agus Salim dan keluarga saat podcast.
Agus Salim tak terima dengan masalah uang donasi yang membuat dirinya dan keluarga dipermalukan dna dibully.
“Harga diri saya, harga diri istri saya, harga diri orangtua saya, bahkan harga diri Wawa saya tidak sesuai dengan kenyataanya. Saya difitnah menilap uang donasi,” kata Agus Salim.
“Agus udah trauma nerima uang kayak gitu takut kasih aja bagi dia mah, Agus udah gak berani. Agus sedih rasanya. Agus yang korban, Agus dikasih orang, tapi dibuat masalah, dibuat fitnah, buat apa kayak gitu yang ada Agus semakin sakit,” kata Agus.
Agus juga menyampaikan bahwa dirinya bukannya tidak berterima kasih, tetapi urusannya menjadi panjang bila seperti ini. “Agus sudah minta maaf dua kali, tapi tetep saja memberikan statement yang sama, menghajar terus seolah-olah keluarga Agus orang jahat,” kata Agus.
Novi Dilaporkan Atas Dugaan Pencemaran Nama Baik
Agus Salim didampingi pengacara Farhat Abbas mendatangi Polda Metro Jaya pada Sabtu, 19 Oktober 2024 malam.
Farhat Abbas mengatakan telah melaporkan Novi atas dugaan pencemaran nama baik.
“Ini Wulan dan Wawa ya buat laporan pertama nanti menyusul Agus. Mereka ini bukan orang kecil, tetapi orang yang dikecil-kecilkan. Mereka bukan orang yang menyusahkan, tapi mereka memang susah. Tapi jangan dipermalukan ya,” kata Farhat Abbas.
Diduga Uang Donasi Rp 1,5 Miliar Disalahgunakan Keluarga
Donasi sebanyak Rp 1,5 miliar diduga disalahgunakan oleh keluarga Agus Salim. Diduga uang donasi dibagi-bagi untuk keluarga Agus Salim. Padahal uang donasi itu seharusnya digunakan untuk pengobatan Agus.
Untuk menyelesaikan masalah tersebut, Denny Sumargo mengundang Agus Salim dan keluarga serta Pratiwi Noviyanti dipertemukan dalam podcast. Dari kedua belah pihak diminta untuk mengutarakan hal yang simpang siur.
Setelah itu kedua belah pihak akhirnya berdamai. Uang donasi untuk Agus Salim akhirnya diambil yayasan agar tidak disalahgunakan.
Poin Penting Munculnya Petisi
Petisi ini muncul karena netizen geram dengan kelakukan Agus Salim dan keluarga. Netizen mendukung Novi yang kini dipolisikan Agus dengan tuduhan pencemaran nama baik.
Netizen sependapat dengan Novi yang meminta Agus Salim transparan dengan penggunaan donasi yang diterima oleh Agus. Sebab selama ini Agus tidak transparan dengan uang yang digunakan.
Sebab keluarga Agus tidak transparan tentang penggunaan uang donasi tersebut. “Yang diterima Rp 1,5 miliar. Yang dilaporkan Rp 500 juta,” kata Novi.
Novi pun semakin kecewe setelah muncul informasi bahwa uang donasi digunakan untuk membayar utang Wawa atau bibi Agus Salim.
Diduga Agus Salim memberikan uang Rp 98 juta untuk Wawa (bibinya) yang sudah merawatnya. Uang itu digunakan untuk melunasi utang sertifikat rumah Wawa yang digadaikan ke bank.
Hal itu membuat Prawiti Noviyanti yang menginisiasi penggalangan dana kecewa. Sebab uang donasi itu untuk pengobatan Agus, bukan untuk membayar utang keluarga tetapi untuk pengobatan Agus.
Novi mengungkapkan sejak awal menggalang dana untuk kesembuhan Agus Salim. Para donator tentu menyumbang untuk kesembuhan Agus. Namun uang yang didapat digunakan untuk membayar utang keluarga bukan utang Agus Salim.
Hal itu membuat Novi kecewa. Sebab uang itu tidak tepat peruntukannya. Terlebih Agus juga masih menggunakan BPJS saat sudah mendapatkan donasi tersebut.
Tak hanya itu uang itu juga diberikan kepada keluarga Agus yang lain hingga untuk top up Gopay. Padahal sejak awal donasi itu diberikan untuk pengobatan Agus Salim bukan untuk yang lain. Apalagi untuk membayar utang keluarga.
Editor : Noor Syafaatul Udhma