Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kisah Cinta Ratu Kalinyamat, Cucu Raden Patah dengan Pangeran dari Aceh Bernama Sultan Hadlirin: Romantis dan Harmonis

Noor Syafaatul Udhma • Minggu, 20 Oktober 2024 | 01:59 WIB
Sosok Ratu Kalinyamat
Sosok Ratu Kalinyamat

RADAR KUDUS - Ratu Kalinyamat merupakan seorang pahlawan nasional dari Kabupaten Jepara. Ratu Kalinyamat memimpin Jepara  selama tiga dekade pada abad ke-16 Masehi. Selama memimpin Jepara, Ratu Kalinyamat berhasil menyejahterakan masyarakat Jepara.

Jepara menjadi wilayah dengan kekuatan maritim yang hebat. Bahkan Ratu Kalinyamat 2 kali mengirim pasukan untuk menyerang Portugis di Malaka.

 Baca Juga: Profil Ratu Kalinyamat, Cucu Raden Patah dan Cicit Prabu Brawijaya V yang Ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional

Profil Ratu Kalinyamat

Ratu Kalinyamat memiliki nama asli Retna Kencana. Dia merupakan keturunan Raja Kesultanan Demak. Dia merupakan putri dari Sultan Trenggono dan cucu dari Raden Patah, pendidiri Kesultanan Demak Bintoro.

Raden Patah (1500-1518) konon merupaan putra dari Prabu Brawijaya V, Raja Kerajaan Majapahit. Sedangkan Sultan Trenggono merupakan anak dari Raden Patah yang memimpin Kerajaan Demak pada 1521-1546 Masehi.

Sultan Hadlirin Jadi Cinta Pertama Ratu Kalinyamat

Kisah cinta ratu Kalinyamat dengan Sultan Hadlirin dimulai saat menikah. Konon, Sultan Hadlirin menjadi cinta pertama Ratu Kalinyamat. Sebab sebelumnya Ratu Kalinyamat belum pernah menemui sosok seperti Sultan Hadlirin.

Pernikahan keduanya tidak hanya menyatukan dua hati, tetapi dua kekuatan besar yang memperkuat posisi politik dan militer Jepara.

Sultan Hadlirin atau Pangeran Thoyib dikenal sebagai bangsawan yang cerdas sebanding dengan Ratu Kalinyamat. Sultan Hadlirin juga soosk bangsawan yang bijaksana.

Keduanya sangat romantis dan saling emndukung satu sama lain. Ratu Kalinyamat mendampingi Sultan Hadlirin memimpin Jepara dan menjadi mitra diskusi untuk menjalankan pemerintahan.

Ratu Kalinyamat Berpisah dengan Sultan Hadlirin yang Tewas setelah Dibunuh

Kebahagian dan kebersamaan keduanya tidak bertahan lama. Pada 1549, Sultan Hadlirin dibunuh oleh Arya Penangsang, Adipati Jipang yang berambisi merebut kekuasaan Kerajaan Demak Bintoro.

Kematian Sultan Hadlirin menjadi pukulan berat bari Ratu Kalinyamat. Dalam dukanya yang mendalam, Ratu Kalinyamat berikrar akan membalas kematian suaminya dan menjaga kerajaan.

Setelah kematian suaminya, Retna Kencana memimpin Jepara.

Prabu Brawijaya V Merupakan Buyut Ratu Kalinyamat

 Baca Juga: Riwayat Hidup Raden Patah, Pendiri Kesultanan Demak Bintoro yang Ternyata Keturunan Prabu Brawijaya V yang Konon Melarang Warga Cepu Blora Mendaki Gun

Prabu Brawijaya V atau Bhre Kertertabhumi merupakan Raja Kerajaan Majapahit yang konon melarang warga Cepu Blora khususnya keturunan Adipati Cepu mendaki Gunung Lawu. 

Prabu Brawijaya V konon memiliki anak bernama Raden Patah dari seorang selir, putri China bernama Siu Ban Ci.

Dari pernikahan Raden Patah dengan beberapa istrinya lahirlah Pati Unus, Pangeran Seda Lepen, SultanTrenggono, hingga Ratu Nyawa.

Dari Sultan Trenggono lahirlah Ratu Retna Kencana atau Ratu Kalinyamat. Ratu Kalinyamat merupakan putri kedua dari Sultan Trenggono yang merupakan raja ketiga di Kerajaan Demak.

Tak heran, Ratu Kalinyamat merupakan buyut dari Prabu Barwijaya V. Itu artinya Ratu Kalinyamat masih memiliki darah Majapahit.

Nama Kalinyamat diberikan berdasarkan tempat yang ada di Kabupaten Jepara Jawa Tengah yang merupakan salah satu daerah kekuasaan Kerajaan Demak.

Baca Juga: Luar Biasa, Prabu Brawijaya V yang Melarang Warga Cepu Mendaki Gunung Lawu Ternyata Punya 117 Anak, Salah Satunya Arya Damar, Suami dari Siu Ban Ci

Ratu Kalinyamat merupakan tokoh yang memiliki peranan penting sebelum runtunya Kerajaan Demak. Khususnya pada saat dinasti Demak mengalami konflik politik yakni perebutan kekuasaan di antara keturunan Raden Patah.

Sepeninggal Sultan Trenggana, Ratu Kalinyamat beserta suaminya Sultan Hadlirin mendapat wilayah kekuasaan di Pati, Jepara, Juwana hingga Rembang.

Bersama suaminya, Ratu Kalinyamat memperoleh daerah bernama Kalinyamat sebaai pusat kekuasaan di wilayah Jepara hingga Rembang.

Setelah Sultan Trenggana wafat, daerah Kalinyamat digabungkan denga daerah Prawoto yang sebelumnya menjadi kekuasaan Sunan Prawata yang merupakan kakak dari Ratu Kalinyamat.

 Baca Juga: Mengenal Sosok Siu Ban Ci, Selir dari Prabu Brawijaya V yang Melarang Warga Cepu Blora Mendaki Gunung Lawu sekaligus Ibu dari Raden Patah

Di bawah kekuasaan Ratu Kalinyamat, Jepara menjadi pintu gerbang pelabuhan dan bandar perdagangan Kerajaan Demak. Tak heran, Jepara menjadi daerah yang kaya dan masyarakatnya sejahtera.

Sebagai penguasa, Ratu Kalinyamat menjadi kerjasama dengan penguasa lain.

Bahkan buyut dari Prabu Brawijaya V ini  dikisahkan sangat kuat hingga mampu menyerang Portugis di Aceh hingga Malaka dengan mengirimkan 15.000 prajurit.

 Baca Juga: Mengenal Sosok Dewi Murtasimah, Istri Raden Patah-Anak dari Siu Banci dan Prabu Brawijaya yang Konon Melarang Warga Cepu Blora Mendaki Gunung Lawu

Itulah sejarah tentang Ratu Kalinyamat yang merupakan keturunan Prabu Brawijaya V yang melarang orang Cepu Blora, Bojonegoro, dan keturunan Adipati Cepu mendaki Gunung Lawu.

 

 

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#Ratu Kalinyamat #kalinyamatan #Raden Patah #ratu kalinyamatan #selir raja #Kalinyamat #jepara #harmonis dan damai #kesultanan aceh darussalam #kesultanan demak #harmonis dan langgeng #demak #Harmonis #Arya Penangsang #aceh #cinta #Sultan Trenggono #Harmonis Dalam Berumah Tangga #Harmonis dan SInergis #kalinyamatan jepara #Brawijaya #Kerajaan Demak #Prabu Brawijaya V #ratu kalinyamat pahlawan nasional #sultan hadlirin #harmonis dalam hubungan #Kudus #romantis #portugis #cinta abadi #kesultanan aceh #ratu kalinyamat jepara #Raja Brawijaya V #retna kencana